Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Hanya Larangan Berunsur SARA, Peserta Lomba Ogoh-ogoh di Klungkung Diingatkan Gunakan Bahan Mudah Didaur Ulang

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 30 Januari 2025 | 18:20 WIB
DIINGATKAN RAMBU-RAMBUNYA : Ogoh-ogoh di malam pengerupukan Nyepi 2024 lalu di Klungkung. Peserta lomba diingatkan rambu-rambunya.(dok.radar bali)
DIINGATKAN RAMBU-RAMBUNYA : Ogoh-ogoh di malam pengerupukan Nyepi 2024 lalu di Klungkung. Peserta lomba diingatkan rambu-rambunya.(dok.radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung menggelar lomba ogoh-ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947.

Ada empat ogoh-ogoh perwakilan dari masing-masing kecamatan di Klungkung yang nantinya akan memeriahkan perlombaan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Ketut Suadnyana, Rabu (29/1/2025) mengungkapkan, lomba ogoh-ogoh di Klungkung masih dalam tahap persiapan.

Untuk jadwal pasti perlombaan itu digelar belum ditentukan. Tetapi dipastikan perlombaan itu akan digelar di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe.

”Kami telah menggelar rapat koordinasi pada 20 Januari dan kembali akan digelar rapat koordinasi susulan pada 30 Januari,” terangnya.

Setiap kecamatan nantinya akan mengajukan satu perwakilannya. Yang mana untuk peserta perwakilan kecamatan di Klungkung daratan seperti Banjarangkan, Dawan dan Klungkung akan mendapat masing-masing dana pembinaan sebesar Rp30 juta.

Sementara untuk Nusa Penida mendapatkan Rp35 juta. ”Untuk hadiah Juara I akan mendapat Rp25 juta, Juara II sebesar Rp20 juta dan Juara III sebesar Rp15 juta. Hadiah juga diberikan kepada Juara Harapan sebesar Rp10 juta,” bebernya.

Ada sejumlah persyaratan yang harus diikuti peserta dalam lomba ini. Disbud Klungkung menekankan pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan, dapat didaur ulang, serta menerapkan teknik anyam tradisional.

Selain itu, peserta dilarang menampilkan unsur seksual, tarian striptis, simbol penghinaan terhadap organisasi atau partai politik, serta unsur SARA yang dapat memicu polemik.

”Kami ingin memastikan bahwa lomba ini tetap menjaga nilai budaya dan etika yang tinggi,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#ogoh-ogoh #Pengerupukan #klungkung