Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kecamatan Dawan dan Banjarangkan Segera Masuk Cakupan Program Angsis di Klungkung, Nusa Penida Menyusul

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:10 WIB
SEGERA PERLUAS CAKUPAN : Angkutan siswa gratis di Klungkung. (foto:dok.radar bali)
SEGERA PERLUAS CAKUPAN : Angkutan siswa gratis di Klungkung. (foto:dok.radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Program Angkutan Siswa Gratis atau Angsis Kabupaten Klungkung ditarget diperluas cakupannya.

Ini bakal dilakukan dalam kurun lima tahun kepemimpinan Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wabup Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra. Perluasan cakupan layanan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.

Program Angsis yang menargetkan siswa SMP ini baru melayani siswa SMP di 5 SMP wilayah Kecamatan Klungkung. Yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 Semarapura, serta MTs Hasanudin.

Sementara SMP untuk tiga kecamatan lain di Kabupaten Klungkung, seperti Nusa Penida, Banjarangkan dan Dawan belum tersentuh hingga saat ini.

Anggaran daerah yang terbatas, membuat pemerintah baru mampu menganggarkan untuk Kecamatan Klungkung saja dengan besaran Rp4 miliar.

”Untuk sekarang kami fokus melayani siswa di Kecamatan Klungkung. Tapi dalam waktu dekat, kami akan mulai ekspansi,” terang Bupati Klungkung, I Made Satria.

Dalam kurun waktu 5 tahun kepemimpinannya, dia menargetkan memperluas layanan secara bertahap menyesuaikan anggaran daerah.

Dia berencana memperluas layanan Angsis ke Kecamatan Dawan dan Banjarangkan dalam waktu dekat ini.

”Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, kami menargetkan seluruh kecamatan, termasuk Nusa Penida, bisa menikmati layanan ini. Namun memang butuh anggaran cukup besar, lebih dari Rp16 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya layanan ini memiliki peran penting bagi menjaga keselamatan siswa SMP. Mengingat di usia tersebut, mereka mulai berani bepergian menggunakan kendaraan meski masih di bawah umur.

 Kemudian didukung dengan kondisi orang tua tidak memiliki waktu untuk mengantar sekolah. Selain itu, program ini juga menciptakan manfaat ekonomi bagi warga. Di mana, para sopir Angsis memiliki penghasilan tetap di tengah sepinya penumpang umum. [*]

Editor : Hari Puspita
#anggaran #pemkab klungkung #pendidikan #angkutan siswa