Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tiba di Rumah Duka, Jenazah Kadek Oka Korban KMP Tunu Pratama Jaya itu Langsung Digelar Upacara Pengabenan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:25 WIB
DIABEN: Jenazah mendiang Kadek Oka diaben di Desa Banjarangkan,Klungkung. (foto:istimewa)
DIABEN: Jenazah mendiang Kadek Oka diaben di Desa Banjarangkan,Klungkung. (foto:istimewa)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Jenazah, I Kadek Oka, 52 warga Banjar Nesa, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan yang merupakan salah satu korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali tiba di rumah duka, Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 00.08. Oleh pihak keluarga, jenazah Oka diaben hari itu juga di kuburan atau setra setempat. 

I Putu Suparno, kakak korban menuturkan, upacara ngaben digelar Selasa (8/7/2025) lantaran menyesuaikan dengan hari baik atau dewasa ayu. Mengingat waktu yang terbatas, keluarga dibantu kerabat bergotong royong membuat sarana upacara pengabenan untuk korban. "Keluarga sudah memohon petunjuk Sulinggih untuk hari baik menggelar pengabenan," terangnya.

Kerabat dari I Kadek Oka, I Nyoman Arjana menambahkan, pihak keluarga berharap upacara ngaben dapat dilaksanakan secepat mungkin karena agar keluarga tidak larut dalam kesedihan mendalam. "Semakin lama jenazah di rumah, rasa duka akan lebih lama dan menambah kesedihan keluarga," kata pria yang juga Kelihan Banjar Nesa, Desa Banjarangkan itu.

 Baca Juga: Kelar Identifikasi, Jenazah Sopir Truk Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ini Diserahkan kepada Keluarga,Total Baru 38 yang DItemukan

Dijelaskan Arjana kematian karena kecelakaan kapal ini dikategorikan meninggal ulah pati atau tidak wajar. Untuk itu, ada tambahan ritual yang digelar. Di antaranya akan dilakukan upacara ngulapin di pantai atau segara, penebus, dan pemayuh.

"Sebelum upacara bebersih, jenazah Oka dimandikan dengan air yang berasal dari 11 sumber mata air dan bunga 33 warna. Setelah semua upacara di rumah selesai, baru ke kuburan untuk dibakar. Layaknya kebiasaan di Nesa, ngabennya namanya pranawa, tanpa tukon pisang jati," jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra di rumah duka untuk melayat sekaligus menyerahkan bantuan dari Jasa Raharja. "Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga," tandas Satria[*]

Editor : Hari Puspita
#KMP Tunu Pratama Jaya #pengabenan #kapal tenggelam #klungkung