SEMARAPURA, Radar Bali.id- Sebanyak 500 ekor tukik dilepas liarkan di Pantai Dream Beach, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida. Kamis (24/7/2025).
Hal itu sebagai upaya pelestarian lingkungan dan satwa laut yang dilindungi.
Kegiatan yang digelar Pokmaswas Gili Bhuana Lembongan bekerja sama dengan Kelompok Pelestari Penyu Watu Klotok ini melibatkan sejumlah instansi dan wisatawan mancanegara. Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
”Kami sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan, termasuk perlindungan terhadap penyu yang merupakan satwa dilindungi,” terangnya.
Kehadiran anggota Polsubsektor Lembongan dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dengan masyarakat dan instansi lainnya. Dan menurutnya hal tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara unsur masyarakat, pemerintah, dan kepolisian dalam menjaga warisan ekosistem laut untuk generasi mendatang. ”Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” katanya.
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Watu Klotok Wayan Gede Suwibawa mengungkapkan, musim penyu bertelut mulai bulan Maret – Agustus. Butuh waktu 45-50 hari untuk telur penyu menetas saat terik matahari cukup bagus.
Namun bila agak mendung, butuh waktu sekitar 52-60 hari. Tukik yang dilepas liarkan biasanya yang berusia di atas 10 hari.
Itu agar tukik tidak mudah dimangsa saat mulai hidup di tengah laut. Meski sebenarnya tukik akan bertelur di tempat dia ditetaskan bila dilepas liarkan sesaat setelah menetas. [*]
Editor : Hari Puspita