Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Klungkung Dilanda Banjir dan Longsor, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 11 September 2025 | 13:50 WIB
MENGUNGSI : Warga di wilayah Dawan,Klungkung, mengungsi karena banjir .(Foto: Humas Polres Klungkung)
MENGUNGSI : Warga di wilayah Dawan,Klungkung, mengungsi karena banjir .(Foto: Humas Polres Klungkung)

 

KLUNGKUNG,Radar Bali.id – Hujan deras selama dua hari berturut-turut menyebabkan serangkaian bencana di Kabupaten Klungkung, mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Dawan, di mana meluapnya Sungai Candi Gara merendam puluhan rumah warga.

Menurut Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono, sedikitnya 313 jiwa dari 73 KK terpaksa dievakuasi dari rumah mereka. Banjir dengan ketinggian hingga sepinggang orang dewasa merendam 12 rumah di Banjar Manggis dan 20 rumah di Banjar Anyar, Desa Kusamba.

"Warga yang terdampak dievakuasi ke Banjar Pancingan dan rumah sanak saudara. Banjir terjadi akibat luapan sungai karena hujan intensitas tinggi ditambah pasang air laut," ungkap AKP Agus.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung langsung mengadakan rapat koordinasi. Bupati I Made Satria menekankan pentingnya percepatan penanganan, mulai dari penyediaan kebutuhan dasar hingga kesehatan warga. Ia juga mendorong pengerukan Sungai Candi Gara untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Perbekel Desa Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, mengusulkan pembuatan saluran pemecah untuk mengurangi beban aliran air, sementara Kapolres Klungkung, AKBP Alfons W. P. Letsoin, menyoroti masalah sampah yang menyumbat sungai dan memperparah banjir.

Sebagai respons, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, telah menetapkan status tanggap darurat. Kepala Dinas Sosial, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, memastikan semua kebutuhan dasar warga terdampak, seperti kasur, obat-obatan, dan dapur umum, sudah terpenuhi.[*]

Editor : Hari Puspita
#Dawan #bencana #banjir #klungkung