SEMARAPURA, RadarBali.id- Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Klungkung kini menghadapi tantangan baru: patroli polisi yang semakin gencar dan cerdas.
Tak hanya patroli konvensional, personel Polres Klungkung kini bahkan menyusup ke grup-grup media sosial komunitas remaja untuk memantau dan menggagalkan rencana balap liar.
Terobosan taktis ini diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono. "Untuk mengatasi persoalan balap liar yang terus terjadi, personel Polsek Klungkung mengambil inisiatif sampai menyusup ke grup-grup media sosial milik komunitas remaja yang kerap menggelar aksi," ujar AKP Untung Laksono.
Bongkar Rencana di Malam Minggu, 9 Kendaraan Diamankan
Berkat informasi dari 'penyusupan' di dunia maya ini, Satlantas Polres Klungkung berhasil mengetahui rencana aksi balap liar pada Sabtu (15/11/2025) malam. Sebanyak 65 personel gabungan segera dikerahkan ke lokasi-lokasi rawan, termasuk kawasan Proyek PKB dan By-pass Ida Bagus Mantra, mulai pukul 24.00 hingga Minggu (16/11) pukul 17.00 Wita.
Hasilnya, operasi tersebut berhasil mengamankan: 5 Unit sepeda motor tanpa surat lengkap dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), 4 Orang remaja wanita yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Tindakan Tegas: Wajib Hadirkan Orang Tua, Tidak Ada Titipan!
AKP Untung Laksono menegaskan, penindakan kali ini akan dilakukan dengan sangat tegas, terutama bagi pelaku di bawah umur.
"Kami akan panggil orang tuanya. Motor anak di bawah umur tidak akan kami lepas kalau orang tuanya tidak datang. Saya tidak mau ada titip-titipan, termasuk kalau saudaranya polisi. Orang tua harus datang langsung," tegasnya.
Ironisnya, dari pantauan grup media sosial, para remaja ini disinyalir tidak jera dan berencana kembali menggelar aksi balap liar. Mereka menduga pihak kepolisian akan 'lelah' dan tidak lagi melakukan razia setelah operasi besar-besaran.
"Mereka berpikiran kami lelah usai melakukan penindakan hingga dini hari sehingga tidak lagi melakukan razia. Oleh karena itu mereka akan kembali menggelar balap liar," ungkap AKP Untung Laksono.
Menanggapi hal ini, Polres Klungkung menyatakan kesiapan untuk terus bergerak. Diketahui, lokasi balap liar ini berpindah-pindah, mulai dari Jalan By-pass Ida Bagus Mantra wilayah Desa Kusamba—yang bahkan pernah nekat mereka tutup—hingga melibatkan remaja dari Klungkung dan Denpasar. Polisi pun berjanji akan terus mengawasi pergerakan para pelaku demi menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat.[*]
Editor : Hari Puspita