KLUNGKUNG, RadarBali.id – Ambisi Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menyeragamkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayahnya terbentur masalah klasik: keterbatasan lahan. Dari 59 desa/kelurahan, baru tiga desa yang menunjukkan progres pembangunan fisik yang nyata.
Kepala Dinas PMD dan KB Klungkung, Ida Bagus Mas Ananda, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung KDKMP di Desa Jumpai sudah mencapai 80%, disusul Desa Selat 50%, dan Desa Tusan yang masih dalam proses. Sementara itu, puluhan desa lainnya masih "blank" terkait lokasi gedung.
"Kendala utama adalah ketersediaan lahan strategis seluas 6–10 are. Sebanyak 30 desa/kelurahan memiliki lahan di bawah luas minimal, bahkan wilayah Kelurahan di Klungkung rata-rata tidak memiliki lahan sama sekali untuk pembangunan ini," ujar Mas Ananda usai Rakor Satgas KDKMP di Kantor Bupati, Rabu (14/1/2026).
Kondisi di lapangan semakin rumit karena beberapa lahan yang tersedia tidak memiliki akses jalan atau masih digarap oleh warga. Uniknya, beberapa kepala desa meyakini ada aset tanah pemerintah di wilayah mereka, namun tidak mengetahui lokasi pastinya.
"Kami minta para perbekel segera berkoordinasi dengan bagian aset untuk melacak lokasi tanah milik pemerintah. Masalah lahan ini juga terjadi di daerah lain, jadi kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk solusi bagi desa yang lahannya sempit," tambahnya.[*]
Editor : Hari Puspita