KUSAMBA, Radar Bali.id– Cuaca ekstrem yang melanda perairan Bali dalam sepuluh hari terakhir membuat aktivitas nelayan di Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, lumpuh total.
Tak hanya gagal melaut, para nelayan sempat dibuat panik oleh terjangan gelombang setinggi 5 meter yang menghantam pesisir pada Selasa (27/1/2026) sore.
Ketut Subrata, salah satu nelayan setempat, menceritakan suasana mencekam saat ombak besar mulai menyapu area parkir jukung. Khawatir armada mereka hancur terbentur, para nelayan terpaksa bahu-membahu menarik jukung hingga ke badan jalan.
"Dulu kami bisa parkir tiga deret jukung sampai bibir pantai. Sekarang, parkir satu deret saja sudah terancam tergerus ombak," keluh Subrata, Rabu (28/1/2026).
Kondisi ini mencekik ekonomi warga pesisir. Tanpa pekerjaan sampingan, mereka kini hanya bisa mengisi waktu dengan memperbaiki jaring sambil berharap cuaca membaik. "Sekarang harus benar-benar irit karena tidak ada pemasukan sama sekali," tambahnya.
Di sisi lain, Kasat Polairud Polres Klungkung, AKP I Komang Gede Manik Jaya, mengonfirmasi bahwa tinggi gelombang sempat mengganggu fasilitas publik. Pada Selasa lalu, sebuah ponton di Pelabuhan Banjar Bias bahkan hanyut dan terdampar, sehingga arus penyeberangan menuju Nusa Penida sempat dialihkan ke Pelabuhan Tribuana.
"Personel kami terus berpatroli rutin untuk memastikan keselamatan masyarakat pesisir dan memantau kondisi cuaca di titik-titik penyeberangan," tutup AKP Manik Jaya.[*]
Editor : Hari Puspita