KLUNGKUNG, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung kini tengah menempuh jalan tengah untuk memuluskan rencana pembangunan infrastruktur daerah.
Mengingat proses persetujuan pinjaman dari tiga kementerian yang memakan waktu lama, Pemkab Klungkung kini menyiapkan dua skema pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Kepala BPKPD Klungkung, I Nyoman Susanta, menjelaskan bahwa skema pertama adalah pinjaman satu masa jabatan senilai Rp174,4 miliar. Skema ini hanya memerlukan persetujuan Kemendagri sehingga dana bisa segera cair untuk proyek yang ditargetkan tuntas tahun ini.
Sedangkan skema kedua adalah pinjaman melampaui masa jabatan (dua periode) dengan total Rp229,9 miliar. "Proses persetujuan di Kemendagri, Kemenkeu, dan Bappenas tidak bisa dipastikan waktunya. Agar proyek tidak mandek, kami bagi menjadi dua skema," ujar Susanta, Selasa (10/2/2026).
Dampaknya terasa pada pembangunan RSUD Klungkung. Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nengah Winata, menyebutkan bahwa dari total Rp28 miliar alokasi untuk rumah sakit, skema pertama baru bisa mendanai gedung power house dan alat kesehatan.
Sementara pembangunan gedung gizi dan perawatan tiga lantai yang mendesak karena sering bocor, harus menunggu cairnya skema kedua.[*]
Editor : Hari Puspita