SEMARAPURA, Radar Bali.id – Strategi unik diambil oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menangani ancaman longsor di Desa Banjarangkan.
Dalam sepuluh hari terakhir, tumpukan sampah yang telah mengering dari Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Desa Kusamba, dialihkan fungsinya menjadi material penguruk jurang.
Baca Juga: Tipping Fee Belum Deal, Pembuangan Sampah Residu ke TOSS Center Klungkungb Terpaksa Libur hingga Mei
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengonfirmasi bahwa pengangkutan sampah tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan pihak desa.
Baca Juga: Cek Fakta! TPA Sente Terbakar, Sampah Residu Dikelola di TOSS Center
"Sampah yang dibawa sudah dalam kondisi kering. Ini digunakan untuk menguruk jurang di pinggir sungai atas permintaan Desa Banjarangkan," ujar Dewa Aswin, Kamis (9/4/2026).
Senada dengan itu, Perbekel Banjarangkan, Anak Agung Gde Indrawan Diputra, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai solusi darurat agar abrasi di bibir jurang tidak semakin meluas pasca-longsor. Namun, sampah tersebut tidak dibiarkan begitu saja.
"Proses pengurukan berlangsung sekitar 10 hari dan segera rampung. Setelah tumpukan sampah cukup, di atasnya akan dilapisi tanah padat agar struktur lahan kembali kokoh. Kami berharap langkah ini efektif mencegah longsor susulan," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita