SEMARAPURA, Radar Bali.id – Kedatangan puluhan truk material kompos ke kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung mulai menuai sorotan.
Baca Juga: Senasib dengan TPA Suwung, TPA Mandung Overload, Tabanan Setop Sampah Bukan Residu Per 1 Mei 2026
Meski hingga kini Pemprov Bali belum membahas soal kompensasi bagi Kabupaten Klungkung, pihak pemerintah setempat memilih untuk menyikapinya dengan bijak demi kepentingan bersama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin, menegaskan pentingnya solidaritas antarwilayah. "Namanya Bali, kita harus bersatu. Jangan terlalu ego kedaerahan. Jika Klungkung bisa membantu Provinsi, itu jauh lebih bagus," ujarnya.
Kendati tak menuntut kompensasi materiil, Aswin berharap ada sinergi dalam penanganan sampah lokal. Ia mengusulkan agar material organik dari TOSS Center Kusamba yang mencapai 60% dari total 35 ton sampah harian bisa dialokasikan ke lahan penyangga PKB untuk penghijauan.
"Cacahan organik kami menggunakan bioaktivator sehingga cepat terurai. Karena lahan di TOSS Center sudah penuh, kami harap lahan di PKB bisa menjadi solusi tempat pengolahan sekaligus penghijauan," tambah Aswin.[*]
Editor : Hari Puspita