Heboh Sawah Produktif di Klungkung Jadi Kaveling "Facebook", Pengembang Klaim Dapat Atensi Aparat

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 05:46 WIB
LAHAN PRODUKTIF: Kawasan pertanian di wilayah Subak Jro Kuta Kawan, Desa Adat Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Kecamatan Klungkung dipasarkan di medsos jadi tanah kavling Rp250 juta per are.(Dewa Ayu Pitri Arisanti)
LAHAN PRODUKTIF: Kawasan pertanian di wilayah Subak Jro Kuta Kawan, Desa Adat Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Kecamatan Klungkung dipasarkan di medsos jadi tanah kavling Rp250 juta per are.(Dewa Ayu Pitri Arisanti)

SEMARAPURA, RadarBali.id – Alih fungsi lahan di Bali kian mengkhawatirkan. Kali ini, lahan produktif di Subak Jro Kuta Kawan, Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung, mendadak viral di media sosial (medsos). 

Lahan yang baru saja panen tersebut dipasarkan sebagai tanah kaveling dengan harga fantastis, Rp250 juta per are.

Baca Juga: 2026 Ancaman Alih Fungsi Lahan di Bali Semakin Masif , Pertaruhan Eksistensi Subak Perlu Dukungan Kuat

Aksi ini memicu keresahan tokoh adat setempat. Klihan Subak Jro Kuta, Wayan Suastika, mengaku khawatir ekspansi kaveling ini akan mematikan pertanian di wilayahnya.

Baca Juga: Subak Terancam Lantaran Alih Fungsi Lahan, Unesco Turun Tangan Perbaiki Pengelolaan Air

Senada dengan itu, Bendesa Adat Sangkanbuana, Wayan Sudiana Urip, menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi apa pun terkait proyek tersebut.

Fakta Menarik di Lapangan:

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
lahan produktif jual tanah kavling tanah lahan pertanian subak