SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com - Komisi III DPRD Klungkung melakukan observasi lapangan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5).
Ini dilakukan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat atas masih banyaknya sekolah di Kabupaten Klungkung yang belum menikmati program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Komang Sutama mengungkapkan, sebagian besar sekolah di Kabupaten Klungkung belum merasakan program MGB hingga saat ini.
Kondisi itu jauh berbeda dengan kabupaten lain yang pembangunan SPPG tampak masif.
Sehingga banyak sekolah di kabupaten lain di Bali yang siswanya telah menikmati program MBG.
”Melalui observasi lapangan ini kami melakukan koordinasi dengan koordinator SPPG yang ada di Kabupaten Klungkung terkait jumlah SPPG yang telah melayani sekolah-sekolah.
Agar sesegera mungkin melakukan pemerataan,” ujarnya usai melakukan observasi lapangan di SPPG Semarapura Tengah.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Wayan Buda Parwata.
Ia mengaku kerap menerima keluhan dari masyarakat berkaitan masih banyaknya sekolah yang belum menikmati program MBG.
Bahkan khusus wilayah Banjarangkan, diungkapkannya ada sekolah yang menikmati MBG dari SPPG di Kabupaten Bangli.
”Sehingga kami turun ini supaya pemilik yayasan yang sudah memiliki lokasi-lokasi tertentu (untuk membangun SPPG, Red) bisa segera melakukan pergerakan pembangunan sehingga bisa menyalurkan MBG sesuai dengan target pemerintah.
Banyak titik (zona SPPG, Red) yang habis, tetapi belum terbangun,” bebernya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Krisna mengakui jika pembangunan SPPG di Kabupaten Klungkung belum berjalan maksimal.
Meski demikian, ia mengaku gencar melakukan monitoring terhadap SPPG, baik yang sedang dalam tahap membangun, maupun akan membangun.
Dibeberkannya, jumlah SPPG di Kecamatan Klungkung saat ini sebanyak 5 SPPG dengan jumlah ideal sekitar 8-10 SPPG.
Sementara di Kecamatan Banjarangkan ada sebanyak 3 SPPG dengan jumlah ideal 4-5 SPPG. Sedangkan di Kecamatan Dawan baru ada 2 SPPG dengan jumlah ideal sekitar 4-5 SPPG.
”Untuk di Nusa Penida, baru ada 2 SPPG dengan jumlah ideal di setiap desa memiliki SPPG.
Itu karena pertimbangan jarak, keadaan lapangan yang jalannya agak curam. Kami meminimalkan kejadian tidak enak.
Kebetulan kami ada program dapur terpencil dan sudah kami jalankan program tersebut di Nusa Penida,” tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar