SEMARAPURA, Radar Bali.id – Pengadaan mobil dinas baru di lingkungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Klungkung tahun 2026 menorehkan sorotan tajam dari masyarakat.
Langkah pengadaan kendaraan operasional ini dinilai kontras karena dilakukan di tengah gencar-gencarnya upaya efisiensi anggaran daerah.
Menanggapi perhatian publik tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya, angkat bicara.
Baca Juga: Sorotan Pengadaan Mobil Dinas Baru Dispar Klungkung: Dikritik Publik, Ini Alasan Kadispar
Ia menegaskan bahwa pengadaan mobil baru berupa All New Toyota Avanza seri G seharga kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta (sesuai e-katalog pemerintah) tersebut didasari oleh kebutuhan operasional yang sangat mendesak demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tukar Guling Kendaraan Operasional ke Nusa Penida
Putra Mahajaya menjelaskan, mobil putih yang baru dibeli ini sebenarnya diplot untuk operasional di wilayah Klungkung daratan. Pasalnya, mobil dinas yang lama telah diseberangkan ke Nusa Penida untuk mendukung kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dispar di kepulauan tersebut.
“Selama ini kami tidak memiliki kendaraan operasional di Nusa Penida. Kurang elok kami meminta mereka bekerja dengan maksimal, sementara kami tidak memberikan sarana pendukung,” jelas Putra Mahajaya, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, kendaraan operasional di Nusa Penida sangat krusial untuk mendukung pengawasan hotel, restoran, dan destinasi wisata yang jarak tempuhnya cukup jauh. Kondisi ini berbeda dengan tiga kecamatan di Klungkung daratan yang mobilitasnya jauh lebih mudah dan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu hari.
Genjot Pajak dan Matangkan One Gate One Destinations
Lebih lanjut, langkah ini diambil sebagai investasi strategis untuk memastikan optimalisasi sektor pajak di tengah pesatnya pariwisata Nusa Penida.
“Ke depan kami ingin memastikan hotel dan restoran di sana sudah berizin, sehingga pendapatan dari pajak hotel dan restoran bisa lebih maksimal. Apalagi ada persiapan One Gate One Destinations,” terangnya.
Mengenai alasan mengapa tidak mobil baru saja yang langsung dikirim ke Nusa Penida, Kadispar membeberkan pertimbangan teknis dan efisiensi biaya perawatan.
“Kalau mobil baru langsung ditaruh di Nusa Penida dan ternyata ada kendala (teknis), mobil harus dikirim kembali ke dealer di daratan. Biaya penyeberangan dan logistik itu belum kami anggarkan. Sehingga mobil baru ini kami tempatkan di daratan, dan yang lama digeser ke Nusa Penida,” tandasnya.
Apresiasi Kritik Masyarakat
Pihak Dispar Klungkung mengaku tidak antikritik. Putra Mahajaya justru menyampaikan apresiasi dan memandang positif atensi yang diberikan oleh masyarakat terkait kebijakan ini.
Bagi mereka, suara miring dari publik merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap tata kelola pemerintahan. Hal tersebut dipastikan akan menjadi bahan evaluasi penting dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan Dispar Klungkung ke depan. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali