Ada hal menarik dan unik yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung dalam membina pasangan rumah tangga, suami istri baru.
CARA unik ditempuh para Penyuluh Agama Hindu, Kemenag Klungkung resmi meluncurkan program inovatif bertajuk "Benih Cinta" dengan membagikan bibit tanaman produktif.
Ini secara khusus diberikan kepada pasangan yang melangsungkan pernikahan mulai Mei 2026 lalu.
Langkah progresif ini sengaja digulirkan sebagai upaya konkret jajaran Kemenag Klungkung untuk menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan, yang dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga atau pasangan yang baru membangun bahtera rumah tangga.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ni Wayan Novita Sari menjelaskan, institusi keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter dan berakhlak mulia. Pemberian bibit ini dirancang sebagai bentuk edukasi nyata sekaligus aksi pelestarian alam bagi pengantin baru.
”Penyerahan bibit tanaman ini mengandung pesan filosofis yang mendalam. Cinta dan keharmonisan dalam sebuah keluarga perlu terus dirawat, dipupuk, dan dijaga secara berkelanjutan, sama persis seperti kita merawat tanaman hingga tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Novita Sari saat diwawancarai pada Jumat (26/6/2026) Wita.
Hebatnya, inovasi lokal ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Gerakan menanam tanaman produktif ini dinilai sangat efektif jika diinisiasi dari lingkungan keluarga baru.
”Melalui program "Benih Cinta" ini, pasangan pengantin diajak langsung untuk turut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan mandiri di keluarga mereka.
Bibit yang ditanam diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan, tetapi juga menjadi simbol pengingat pentingnya merawat hubungan, keluarga, dan alam secara seimbang,” urai Penyuluh Agama Hindu lainnya, Ni Putu Ari Sepriyanti.
Berdasarkan data yang dihimpun sejak digulirkan pada Mei 2026, program ini telah menyasar sedikitnya 6 pasangan pengantin Hindu dan 7 pasangan pengantin muslim yang secara resmi menerima bibit tanaman tersebut.
Program ini ditegaskan berlaku universal bagi seluruh pengantin lintas agama di Kabupaten Klungkung.
”Ini berlaku untuk pengantin lintas agama. Namun yang berjalan dinamis sejauh ini baru dari pasangan pengantin Hindu dan Muslim. Skemanya, setelah para pengantin menerima bimbingan serta pembekalan terkait perkawinan dari Penyuluh Agama, mereka langsung diberikan bibit tanaman produktif. Tidak lupa kami selipkan edukasi mengenai ekoteologi serta ketahanan pangan yang dimulai dari pekarangan rumah masing-masing,” pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita