Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tinggalkan Zona Nyaman, Tertantang dengan Nama Besar Bali United

Donny Tabelak • Senin, 15 Januari 2018 | 19:05 WIB
tinggalkan-zona-nyaman-tertantang-dengan-nama-besar-bali-united
tinggalkan-zona-nyaman-tertantang-dengan-nama-besar-bali-united

Kurang lebih satu minggu belakangan ada sosok baru di tubuh Bali United. Dia adalah dr. I Wayan Adi Punarbawa.


Dia menjadi dokter tim baru bagi skuad Serdadu Tridatu menggantikan dr. Luh Virsa Paradissa yang melanjutkan studi.


 


 


ALIT BINAWAN, Gianyar


DILUAR staf kepelatihan, skuad Serdadu Tridatu memiliki tim dokter dan fisioterapis yang bertugas menjaga dan memulihkan fisik pemain untuk mencapai peak performance.


Pada musim-musim sebelumnya, ada sosok dr. Luh Virsa Paradissa yang akrab di mata suporter. Namun, pada musim ini, sosok itu bakal digantikan dengan hadirnya  dr. I Wayan Adi Punarbawa.


Bagi dr. Adi – sapaan akrabnya – menjadi dokter tim sepakbola menjadi pengalaman pertamanya.


“Saya ingin tahu rasanya jadi tim dokter. Apalagi menjadi dokter tim sekelas Bali United. Saya senang melihat orang main bola. Kebetulan saya berprofesi sebagai dokter, jadinya saya bisa membantu disini,” bebernya.


Dokter asal Kelan, Tuban, Badung, ini rela keluar dari zona nyaman sebagai salah satu staf dokter di Siloam Hospital.


Yang dia lihat dan memilih hijrah ke Bali United karena Bali United menjadi salah satu tim sepakbola profesional di Indonesia.


“Bali United sudah mengantongi lisensi profesional dari AFC. Saya juga senang bisa bekerja di Bali United dengan sistem yang profesional,” ucap dokter kelahiran 12 Desember 1989 itu.


Dia berharap bisa membantu para pemain Serdadu Tridatu ketika mengalami cedera. Menurutnya, belum banyak ada dokter yang menangani cedera atlet secara profesional di Indonesia.


Dia ingin menjadi salah satu dokter yang benar-benar profesional untuk menangani cedera. “Saya memang masih dokter umum dan saya masih belajar juga dari cedera-cedera pemain.


Kalau saya perhatikan, penanganan dalam cedera itu penting dan masih sedikit yang mengetahuinya. Di Indonesia, belum marak dokter spesialis yang menggeluti bidang ini. Saya harap bisa membantu tim lebih baik ke depan,” tuturnya.

Editor : Donny Tabelak
#bali united