Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

125 Nyawa Melayang di Stadion, Kapolres dan 9 Pimpinan Brimob Polda Jatim Dicopot

Donny Tabelak • Rabu, 5 Oktober 2022 | 03:15 WIB
Penembakan gas air mata mengiringi kericuhan yang terjadi setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/10). Dari kejadian itu ratusan suporter tewas. (Twitter)
Penembakan gas air mata mengiringi kericuhan yang terjadi setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/10). Dari kejadian itu ratusan suporter tewas. (Twitter)
KERUSUHAN yang pecah di dalam Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim mengakibatkan 125 orang supporter meninggal dunia. Jumlah korban tewas itu berdasar keterangan resmi pemerintah. Ini dampak dari penembakan gas air mata oleh polisi dan mitigasi yang buruk dari panitia pelaksana di dalam Stadion Kanjuruhan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersikap tegas mencopot 9 pimpinan Brimob Polda Jatim, buntut penembakan gas air mata oleh personelnya di Stadion Kanjuruhan Malang. Pelaku penembak gas air mata di Kanjuruhan diduga dilakukan personel Brimob sehingga berimbas pencopotan pimpinannya di Polda Jatim.

Diketahui pimpinan Brimob Polda Jatim yang dicopot di antaranya AKBP Agus Waluyo SIK (danyon), AKP Hasdarman (dankie), Aiptu Solikin (danton) dan Aiptu Samsul (danton). Kemudian Aiptu Ari Dwiyanto (danton), AKP Untung (dankie), AKP Danang (danton), AKP Nanang (danton) dan Aiptu Budi (danton).

Selain 9 pimpinan Brimob Polda Jatim ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. “Melakukan penonaktifan jabatan Danyon (komandan batalyon), Dankie (komandan kompi), dan Danton (komandan pleton) Brimob sebanyak 9 orang,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Senin kemarin (3/10).

Kadiv Humas menjelaskan, saat ini, ada 28 anggota Polri yang menjalani pemeriksaan terkait tewasnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (30/9) malam.

“Dari hasil pemeriksaan Irsus, Irwasum Polri dan Biropaminal, update yang perlu saya sampaikan malam hari ini, sudah melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri,” katanya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group). “Ini pun masih dalam proses pemeriksaan,” jelasnya lagi imbas personel polisi melakukan penembakan gas air mata di Kanjuruhan Malang. (jpg) Editor : Donny Tabelak
#polda jatim #listyo sigit prabowo #kapolri #sepaka bola #Stadion Kanjuruhan #gas air mata #arema #supporter tewas #Persebaya