Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, bermula ketika seorang nelayan, Dewa Made Sopir, 50, baru pulang mancing menggunakan jukung. Sesampainya di pesisir Pantai Jerman, ia kaget bukan kepalang. Lantaran ia mendapati mayat manusia mengapung.
"Ya, tepatnya di sebelah utara patung Tri Ratna Amerta Buana. Jenazah ditemukan mengapung sekitar satu meter dari bibir pantai," ungkapnya. Kondisi tubuhnya sudah jadi tulang dengan sisa-sisa daging yang sudah membusuk. Sehingga jenis kelaminya tak dapat diketahui.
Selanjutnya ia mencari petugas Balawista Pos Pantai Jerman untuk melaporkan penemuan jenazah itu. Petugas Balawista, Made Mardiasa, 36, bersama nelayan lainnya lantas mengikuti Made Sopir untuk mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP).
Mardiasa kemudian menghubungi Pos 1 Balawista untuk mengirimkan mobil ambulans guna mengevakuasi jenazah ke RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Sementara pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus ini. "Jenazahnya sudah rusak, diduga korban meninggal sudah lama. Ya, sudah jadi tengkorak," kisahnya.
Oleh karena itu, korban tak dapat dikenali, apalagi tidak ditemukan adanya kartu identitas. Satpolairud Polresta Denpasar sudah meminta keterangan saksi saksi dan membuat laporan kejadian. "Kami masih melakukan pengusutan terkait identitasnya," pungkas AKP Sukadi. (dre/rid) Editor : M.Ridwan