Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Lazim, Jokowi Makan Siang di Warung Bendega tak Dihadiri Petinggi PDI Perjuangan Bali, Dampak Gibran?

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 1 November 2023 | 04:45 WIB

 

TAK LAZIM: Presiden Joko Widodo dan rombongan saat datang makan siang di warung Bendega Denpasar, 31 Oktober 2023.
TAK LAZIM: Presiden Joko Widodo dan rombongan saat datang makan siang di warung Bendega Denpasar, 31 Oktober 2023.

DENPASAR, radarbali.id - Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Bali tidak hanya menghadiri agenda-agenda kenegaraan, yakni berkunjung ke Gianyar dan  acara World Hydro Power Congress di Nusa Dua (31/10). Pada siang hari, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno makan siang di Bendega, Renon, Denpasar. 

 

Yang menarik perhatian, ternyata bukan makan siang biasa. Jokowi bertemu dengan relawan pendukungnya yang juga pendukung Gibran Rakabuming Raka. Ada yang memakai baju warna putih yang dibelakangnya tulisan Tegak Lurus Bersama Jokowi. Ada juga yang memakai jaket putih bertuliskan Setia Kawal Jokowi Hingga Akhir, anggota DPRD Bali Grace Anastasia memakai jaket berwarna putih yang bertuliskan Gibran Kita.

 

Hasil pantauan Jawa Pos Radar Bali,  yang hadir  merupakan  partai yang merupakan pendukung Prabowo-Gibran seperti  Ketua DPD Golkar Bali yang juga Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, juga ada Ketua DPW PSI Bali  I Nengah Adi Susanto dan beberapa anggota PSI Bali. 

 

Selain itu Mantan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra yang juga pemilik Restoran Bendega juga ikut menyambut Jokowi. 

 

Diwawancarai kemarin, Rai Mantra menceritakan kronologis Jokowi makan siang di Bendega. Pihak Paspampres menelpon beberapa hari lalu dan menyampaikan Presiden Jokowi akan datang untuk makan siang Selasa (31/10). Nah, kehadirannya diakui karena Rai Mantra    mendadak dipanggil oleh Mensesneg. Rai Mantra mengaku ia dengan  Pratikno maupun Jokowi adalah teman lama. 

 

"Saya terakhir dipanggil  Pak Pratikno  karena teman lama  masih ingat sama saya. Malah manggil saya pak wali kota. Padahal sudah tidak wali kota lagi," ungkap Rai Mantra. 

 

Kata Rai Mantra, ia datang setelah makan siang hampir selesai. Di dalam satu meja ia melihat ada  Mensesneg, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya,  Kapolda Bali, Pangdam. Untuk  menu makan siang diantaranya  ada ayam betutu, sop buntut, kerang, ikan, sayur kalas. Hampir semua menu yang ada di Bendega dihidangkan.    "Saya nyelip di sana duduk," kelakarnya.

Disinggung mengenai obrolan makan siang, Rai Mantra membantah tidak ada membicarakan politik. Katanya hanya ngobrol ringan dan tertawa. Ditanya, apakah dari PDIP ada yang hadir? Calon DPD RI  ini mengaku tidak melihat orang dari Partai berlambang Banteng ikut hadir dalam acara makan siang kemarin. 

 "Tidak ada kayaknya (orang dari PDIP)," singkatnya. 

 Baca Juga: Puluhan Warga Korban Keracunan Makanan di Acara Keagamaan Membaik, Polres Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, diwawancara terpisah dengan  I Nyoman Sugawa Korry, ia  menampik adanya obrolan politik. Ia mengatakan pertemuan dengan Presiden bersama  Pj Gubernur, Pangdam dan kapolda Bali sehingga tidak ada membahas pemilihan presiden tapi tentang kondisi Bali.

Diungkapkan pembicaraan di sela makan siang bersama, Jokowi mengapresiasi pemulihan ekonomi Bali yang bertumbuh 5,6 persen di atas nasional dan inflasi di bawah tingkat nasional. "Beliau juga apresiasi Pj Gubernur yang sudah cepat beradaptasi bersama instansi terkait," ucap Sugawa.

Sugawa bersama Pj Gubernur menyampaikan permohonan agar MRT bisa segera diwujudkan. Katanya Jokowi  merespons sangat baik.  Masih menurut Sugawa, akan diusahakan MRT sampai dengan  di sentral parkir diusahakan segera sesuai dengan perencanaan yang sudah berjalan. Kemudian Pj Gubernur usulkan agar bisa sampai melewati Seminyak untuk mengurai kemacetan di sana.

 Baca Juga: Sopir Ngantuk, Truk Oleng Tabrak Pohon dan Toko di Jalan Denpasar - Gilimanuk

 

"Beliau jelaskan karena pembangunan melalui bawah tanah, maka per km dibutuhkan dana Rp1 triliun, karena jarak sampai lewat Seminyak sekitar 16 kilometer maka di butuhkan dana sekitar Rp 16 triliun. Beliau akan mengkaji dg kementrian terkait," papar Sugawa. 

 

Sugawa juga menyampaikan kesiapan  pelaksanaan Perda No 6/2023 tentang Pungutan Wisatawan. Jokowi meminta kepada Pj Gubernur agar penggunaan pungutan wisatawan  jangan untuk banyak hal, tapi difokuskan untuk tangani sampah dan pelestarian budaya. "Saya juga menyampaikan, apresiasi yang luar biasa terhadap acara makan siang bersama dengan ketiga capres di Jakarta, dan hal tersebut membawa suasana kesejukan politik di akar rumput," tuturnya. 

 

Mengenai hadirnya relawan Jokowi dan Gibran, Sugawa mengaku tidak tahu karena tempat makan terpisah. "Saya tidak tahu dan tidak ikut, karena tempatnya terpisah," ucapnya.

Disinggung soal pembicaraan politik, Sugawa bersikukuh tidak ada membahas tentang politik terlebih kondisi perpolitikan yang memanas. "Saya tidak tahu dan tidak ikut, karena tempatnya terpisah," tegasnya. ***

 

Editor : M.Ridwan
#warung bendega #jokowi #petinggi pdip #makan siang