Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

ISIF 2023: Rancang Akselerasi SDGs untuk Peningkatan Kesejateraan Ekonomi Masyarakat

M.Ridwan • Kamis, 14 Desember 2023 | 01:18 WIB
FORUM SDGs: Pembukaan Indonesia Social Invesment Forum (ISIF) di Hotel The Westin Resort Nusa Dua Bali, 13-14 Desember 2023.
FORUM SDGs: Pembukaan Indonesia Social Invesment Forum (ISIF) di Hotel The Westin Resort Nusa Dua Bali, 13-14 Desember 2023.

NUSA DUA, radarbali.id – Indonesia Social Invesment Forum (ISIF) menggelar konferensi ke-8 bertempat di The Westin Resort, 13-14 Desember 2023. Membahas isu utama Akselerasi Pencapaian SDGs Pasca Covid-19, di Indonesia. SDGs (Sustainable Development Goals – SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan komitmen global yang telah disepakati pada Sidang Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada September 2015.

Ini merupakan agenda lanjutan SDGs Annual Conference 2023 yang diselenggarakan oleh Bappenas RI. Didedikasikan untuk menyebarkan pengetahuan, pemahaman, paradigma, konsep dan praktik terdepan investasi sosial.

ISIF 2023 diikuti 170 peserta berasal dari kalangan bisnis dan dunia usaha yang beroperasi di Indonesia beserta para pemangku kepentingannya, baik dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah dan masyarakat.

 Baca Juga: Sugawa Korry Masuk 10 Besar Tokoh Golkar Nasional Paling Produktif

Targetnya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, kualitas lingkungan hidup dan pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola untuk periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2030.

SDGs Progress Report 2023 oleh UNESCAP menyebutkan bahwa progress SDGs di Asia Pasifik dan Asia Tenggara baru mencapai 14,4 persen.

Diperkirakan 90 persen target SDGs tidak akan bisa dicapai pada 2030 dan diperlukan 42 tahun lagi untuk mencapai SDGs. Di sisi lain untuk ASEAN masih terdapat gap yang tinggi, antara negara yang progresif dan negara yang tertinggal.

Secara umum, Pada tahun 2015 – 2019, skor indeks global bergerak naik dengan poin rata – rata 0,5 per tahunnya. Namun, sejak 2019, skor indeks menurun dan bergerak dengan poin rata – rata 0,01, yang dipacu oleh Pandemi Covid-19.

Menariknya, skor indeks dan peringkat Indonesia mengalami tren naik. Pada tahun 2022, nilai skor indeks Indonesia naik menjadi 70,2 dan menempati peringkat ke-75 dari 166 negara.

Terkait pencapaian SDGs Indonesia, Kepala Seknas SDGs Bappenas RI Dr. Pungkas Bajuri Ali menyebutkan, berdasarkan data BAPPENAS, 63 persen dari total 216 indikator rencana aksi program SDGs periode 2021-2024 telah tercapai.

Meski demikian menurutnya, angka tersebut masih belum mendorong kemajuan pencapaian SDGs di tingkat regional mengingat development gap yang masih cukup tinggi.

 

”Diperlukan kerja kolektif untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Pungkas Bajuri.

Ia menunjuk latar belakang SDGs Summit dalam rangkaian Sidang Umum PBB 2023 di New York, Amerika Serikat, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan, hanya 15 persen target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang sesuai dengan jalur.

 Baca Juga: Tarik Kunjungan Wisata di Libur Nataru, Joged Bumbung dan Kuliner Jadi Suguhan Andalan di DTW Tanah Lot

Sebelumnya, dalam Forum Asia-Pasifik tentang Pembangunan Berkelanjutan (APFSD) di Bangkok, Thailand, Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) menyatakan bahwa wilayah Asia-Pasifik tertinggal 35 tahun dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

”Di tingkat global, Susutainable Development Report 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-75 dunia, naik signifikan dibandingkan dengan empat tahun lalu di peringkat ke-102.,” sebut Pungkas.

Dibeberkan, Skor Indeks SDGs Indonesia meningkat dari 64,2 pada tahun 2019 menjadi 70,2 pada 2023. Di tingkat Nasional, capaian SDGs nasional pada 2023 menunjukkan 76 persen indikator SDGs di Indonesia telah tercapai dan mengalami kemajuan, terdiri atas 60 persen target tercapai dan 16 persen akan tercapai.

Di tingkat global, Susutainable Development Report 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-75 dunia, naik signifikan dibandingkan dengan empat tahun lalu di peringkat ke-102.

Skor Indeks SDGs Indonesia meningkat dari 64,2 pada tahun 2019 menjadi 70,2 pada 2023. Di tingkat Nasional, capaian SDGs nasional pada 2023 menunjukkan 76 persen indikator SDGs di Indonesia telah tercapai dan mengalami kemajuan, terdiri atas 60 persen target tercapai dan 16 persen akan tercapai

Dalam sesi konferensi pers, Pungkas yang didampingi Managing Director (SII) Fajar Kurniawan), dan Pitono Nugroho (SII) membeberkan, seusai pandemi Covid-19, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengejar target SDGs. Seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, energi, air, dan polusi, serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan.

”Revisi Peta Jalan SDGs Indonesia menunjukkan peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk mencapai SDGs pada 2030, dari 1 triliun dollar AS menjadi 1,7 triliun dollar AS,” sebutnya, pula.

Pencapaian target SDGs membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dari semua pihak, baik pemerintah maupun para pemangku kepentingan.

“Kerja sama tersebut juga harus didukung berbagai instrumen pendanaan inovatif yang melibatkan sektor swasta, filantropi, dan investor demi tercapainya transformasi pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu Pitono menambahkan, akselerasi termasuk mengarahkan penggunaan dana CSR agar memiliki impact positif dalam sosial invesment. "Dari sisi kualitas, CSR itu bukan hanya sekadar disalurkan, tapi harus punya impact atau manfaat bagi masyarakat," tambah Pitono.  ***

Editor : M.Ridwan
#ISIF 2023 #ISIF #akselerasi #SDGs #nusa dua bali