RADAR BALI.ID- Lain dulu, lain sekarang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dulu menyatakan segera pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), kini lain pernyataannya.
Sebagaimana dilansir Jawa Pos.com, Jokowi yang 20 Oktober 2024 nanti serah terima jabatan kepada Prabowo Subianto, atau tinggal 14 hari berkuasa, justru menyatakan dirinya tidak akan menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemindahan ibu kota negara, ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jokowi saat ini justru menyatakan bahwa infrastruktur dan ekosistem perlu disiapkan lebih dahulu di IKN.
"Sekali lagi saya sampaikan, memindahkan Ibu Kota itu tidak hanya urusan fisiknya saja. tapi membangun ekosistemnya itu yang perlu, ekosistem itu harus jadi," kata Jokowi di IKN, Kalimantan Timur, Minggu (6/10/2024).
Jokowi menekankan, infrastruktur dan fasilitas di IKN perlu disiapkan dahulu, seperti rumah sakit, fasilitas pendidikan hingga logistik.
"Sehingga kalau yang namanya kita pindah itu rumah sakit siap, karena itu dibutuhkan, pendidikan untuk anak-anak kita juga siap, sekolahan artinya juga dibutuhkan, dari TK-SD-SMP-SMA-SMK sampai universitas, kemudian keramaian, restoran juga warung-warung yang juga itu diperlukan, kemudian juga masalah yang berkaitan dengan logistik di mana kita mencari sesuatu barang, dimana kita mencari sesuatu ingin beli barang, semua itu harus siap," ucap Jokowi.
Karena itu, Jokowi menekankan Keppres pemindahan ibu kota seharusnya diteken oleh Presiden RI terpilih Prabowo Subianto ke depan.
"Ya mestinya gitu, presiden yang baru, Pak Prabowo," pungkas Jokowi. [JPG/jawapos.com]
Editor : Hari Puspita