DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2025 diwarnai duka.
Jurnalis Metro TV Sahril Helmi meninggal saat melakukan peliputan penyelamatan dua nelayan di Perairan Gita, Kecamatan Oba, Tidore, Maluku Utara.
Berdasarkan informasi yang dilansir Metrotvnews.com, Sahril Helmi bergabung bersama tim SAR gabungan dengan menumpang kapal rigid inflatable boat milik Basarnas Ternate untuk menolong dua nelayan di laut Tidore pada Minggu, 2 Februari 2025.
Namun nahas, sekitar 10 menit setelah mencapai lokasi, bagian belakang speedboat yang digunakan tim SAR meledak. Ledakan tersebut menyebabkan 11 orang yang berada di kapal terlempar ke laut. Posisi Sahril Helmi pada saat kejadian berada di bagian paling belakang kapal.
Tujuh korban selamat dari ledakan. Sedangkan seorang personel Ditpolairud Polda Maluku Utara atas nama Bharatu Mardi Hadji ditemukan meninggal dunia. Selain itu, dua anggota Basarnas, Fadli Malagapi dan Riski Esa, juga meninggal akibat ledakan yang menyebabkan kedua korban terlempar ke laut. Sahril Helmi dinyatakan hilang.
Setelah dilakukan pencarian selama 6 hari, jenazah Sahril Helmi akhirnya ditemukan tim SAR pada Sabtu, 8 Februari 2025.
Jenazah ditemukan di Pesisir Tanjung Neraka, Desa Sebatang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Jasad Sahril Helmi akan dibawa dari Pelabuhan Babang di Bacan Timur ke Saketa di Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan.
Jenazah akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa Bisui, Gane Timur, Halmahera Selatan. ***
Editor : Ibnu Yunianto