RADAR BALI - Pemerintah berupaya menurunkan harga bahan pangan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Salah satu upayanya adalah menggelar operasi pasar mulai hari ini hingga akhir Maret 2025.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan menteri pertanian menurunkan dan menstabilkan harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran 2025.
Berdasarkan koordinasi Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BUMN pangan, hingga asosiasi di sektor pangan, operasi pasar akan dilakukan secara serentak di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Pelaksana operasi pasar adalah dinas pangan, dinas perdagangan, dan dinas pertanian di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota serta Kantor Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan yang ada di 34 provinsi.
"Harga beberapa komoditas yang ada di operasi pasar tentunya di bawah HET (harga eceran tertinggi). Kita ingin bulan puasa, Ramadhan, sampai Lebaran, masyarakat mendapatkan harga pangan yang wajar, harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” tutur Arief.
BUMN yang terlibat dalam operasi pasar meliputi Perum Bulog, ID FOOD, dan PT Pos Indonesia.
Operasi pasar juga didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, serta 452 Kios Pangan di 31 provinsi dan 102 kabupaten/kota.
Dalam operasi pasar ini akan didistribusikan 189 ribu ton beras, gula, daging kerbau, bawang putih serta minyak goreng Minyakita sebanyak 70 ribu kiloliter.
Pembagian minyak goreng dilakukan Bulog sebanyak 50 ribu kiloliter dan ID Food sebanyak 20 ribu ton.
Sedangkan 50 ribu ton gula konsumsi akan didistribusikan oleh PTPN sebanyak 43 ribu dan ID FOOD 7 ribu ton.
Bawang putih total 20 ribu ton akan disebarkan oleh 21 pelaku usaha dan daging kerbau beku sebanyak 19 ribu ton disalurkan PT Berdikari 10 ribu ton dan PT PPI 9 ribu ton.
Selain itu, Bulog juga akan mendistribusikan 100 ribu ton beras
Pengawasan operasi pasar akan dilakukan Satgas Pangan Polri agar harga pangan dalam operasi pasar tidak melebihi harga eceran tertinggi. "Harga petani dan peternak pun tidak boleh terganggu dengan gerakan pangan murah ini," tegas Arief.
Harga komoditas yang dijual di gerakan pangan murah adalah:
- Daging kerbau beku: Rp75 ribu per Kg
- Gula: Rp15 ribu per Kg
- MinyaKita: Rp17.700 per Kg
- Bawang putih : Rp 32 ribu per Kg
- Daging ayam ras beku: Rp 34 ribu per kg
- Beras SPHP: Rp 12 ribu-Rp 12.600 per kg (tergantung zona).
Operasi pasar akan dilakukan di lebih dari 215 kantor PT Pos Indonesia di Jawa dan 110 kantor PT Pos Indonesia di luar Jawa. ***
Editor : Ibnu Yunianto