RADAR BALI - Kota Bekasi kembali dilanda banjir besar.
Banjir kiriman kali ini diklaim paling parah dibandingkan yang pernah terjadi pada 2026 dan 2020.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, banjir kali ini telah melumpuhkan akses utama, yakni Jalan Ahmad Yani.
"Jadi kondisi banjir dan genangan air yang terjadi di Kota Bekasi memang ini menjadi puncak. Hari ini baru terjadi bahwa (jalan) Ahmad Yani pun menjadi lumpuh," ujar Tri seperti dikutip Jawa Pos.
Banjir juga merendam 8 dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.
Tri menjelaskan bahwa kiriman air dari Bogor menyebabkan Kali Bekasi meluap sehingga air dari hujan lokal tidak dapat mengalir dengan baik ke muara.
"Air yang dari hujan lokal itu tidak bisa masuk ke dalam Kali Bekasi. Sehingga mereka menyebar ke seluruh wilayah kota yang ada," terangnya.
Selain tingginya curah hujan dan air kiriman, Wali Kota Bekasi juga menyoroti infrastruktur yang belum memadai ikut andil dalam banjir besar tahun ini.
Pengerukan sedimentasi di kali Bekasi diakui belum maksimal. Tinggi tanggul juga masih kurang dibandingkan tingginya volume air.
"Tanggul-tanggul yang kita miliki itu hanya ketinggian 6 meter sementara tadi malam itu ketinggian itu berada di 8 meter sehingga terjadi kemudian limpasan-limpasan," jelas Tri Ardhianto.
Pemerintah Kota Bekasi tengah berupaya mengendalikan banjir dan mengurangi dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat.
Banjir di Bekasi terjadi sejak Senin malam di delapan dari 12 kecamatan di Bekasi.
Air juga sudah merendam kantor-kantor pemerintahan di pusat kota Bekasi.
Wilayah yang paling parah terendam banjir berada di sepanjang bantaran Kali Bekasi yang merupakan pertemuan dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.
Selain di Bekasi, sebanyak 77 RT di Jakarta juga terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung, Krukut, dan Pesanggrahan.
Wilayah yang terendam meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Sedangkan di Tangerang Selatan, luapan Kali Serua merendam 11 wilayah di Ciputat, Rempoa, Pondok Aren, Serpong Utara, dan Pondok Kacang.
Ketinggian banjir beragam, antara 20 cm hingga 2 meter. ***
Editor : Ibnu Yunianto