RADAR BALI - Kementerian Pekerjaan Umum berencana mengoperasionalkan sejumlah ruas jalan tol yang masih dalam proses konstruksi.
Salah satu ruas tol yang akan beroperasi secara fungsional adalah Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ruas Kraksaan-Paiton sepanjang 11,2 kilometer.
Hingga 9 Maret 2025, progres konstruksi tol tersebut telah mencapai 80,36 persen sehingga bisa digunakan secara terbatas selama periode Lebaran.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pembukaan tol fungsional Gending-Paiton mampu mengurangi kepadatan di jalan nasional.
Pembukaan jalur tol fungsional juga memperpendek waktu tempuk pemudik yang melakukan perjalanan dari Jakarta atau Surabaya ke Banyuwangi dan Bali atau sebaliknya.
"Dengan adanya ruas tol ini diharapkan distribusi kendaraan bisa lebih merata, mengurangi kemacetan di jalur utama, dan memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman bagi masyarakat," kata Menteri Dody.
Selama periode mudik, tol fungsional Gending-Paiton sepanjang 23,46 kilometer akan diberlakukan satu arah (one way) dari arah barat ke timur.
Dengan kecepatan normal melalui Tol Probowangi, Surabaya-Paiton yang lazimnya perlu ditempuh selama 4 jam dapat ditempuh selama 2 jam. Waktu tempuh ke Banyuwangi ke Bali juga berkurang signifikan.
Korlantas Polri memprediksi arus mudik lebaran dimulai pada 19 Maret 2025.
Oleh karena itu, pembukaan tol Probolinggo-Banyuwangi ruas Gending-Kraksaan diprediksi dilakukan mulai pada 24 Maret 2025 hingga 31 Maret 2025.
Setelah itu, tol akan beroperasi secara satu arah dari Paiton ke Surabaya pada periode 1 April 2025 hingga 8 April 2025.
Dengan beroperasinya ruas tol tersebut, kemacetan di jalan nasional yang menghubungkan Pasuruan-Probolinggo-Situbondo dapat berkurang selama periode mudik. Harapannya, angka kecelakaan lalu lintas juga akan berkurang.
"Karena ini masih bersifat fungsional, operasionalnya hanya di siang hari, kemungkinan 06.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Itu pun akan terus dikoordinasikan dengan Korlantas Polri," jelas Dody.
Pengoperasian tol fungsional Kraksaan-Paiton akan menerapkan sistem one way atau satu arah yang disesuaikan dengan jadwal puncak arus mudik dan arus balik. Kendaraan truk dilarang melewati tol fungsional.
Saat arus mudik, tol akan beroperasi satu arah di Jalur A, mengakomodasi pemudik dari Surabaya menuju Banyuwangi dengan akses keluar di Gerbang Tol Paiton.
Sedangkan pada arus balik, sistem satu arah akan diterapkan di Jalur B, yang diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Situbondo atau Banyuwangi menuju Surabaya.
Tol fungsional beroperasi secara gratis selama periode mudik Lebaran.
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan total panjang 175,40 km merupakan ruas terakhir yang akan menyempurnakan jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
Sebelumnya, jaringan tol Trans Jawa telah tersambung dari Banten, Jawa Barat, hingga Probolinggo Timur, Jawa Timur.
"Dengan segera selesainya ruas Kraksaan-Paiton, kita berharap konektivitas antardaerah semakin baik, memperlancar distribusi orang, barang, dan jasa, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah timur Pulau Jawa," tambah Menteri Dody.
Selain mempersiapkan ruas tol fungsional, Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Rambu lalu lintas, penerangan jalan, dan fasilitas lainnya akan dipastikan dalam kondisi optimal agar pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. ***
Editor : Ibnu Yunianto