Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Prabowo Temui Raja Salman, Minta Tambah Kuota Haji & Bangun Kampung di Mekkah

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 2 Juli 2025 | 00:34 WIB
Ilustrasi - Jemaah haji
Ilustrasi - Jemaah haji


RADAR BALI - Presiden RI Prabowo Subianto bertolak dengan pesawat kepresidenan PK-GRD dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa sore, menuju Arab Saudi.

Kunjungan ini berfokus pada pembahasan penyelenggaraan haji, termasuk rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Mekkah.

Setelahnya, Presiden akan melanjutkan lawatan ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS.

Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Kerajaan Arab Saudi.

Pembahasan utama meliputi peningkatan kuota haji bagi jemaah Indonesia dan rencana strategis pembangunan perkampungan haji Indonesia di Mekkah.

Inisiatif pembangunan perkampungan haji dan umrah ini merupakan langkah strategis mengingat 1,5 juta jemaah umroh dan 220 ribu jemaah haji asal Indonesia beribadah ke Tanah Suci setiap tahun yang membutuhkan jaminan akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, layanan katering, layanan lansia, dan keamanan. 

Dengan memiliki fasilitas sendiri, diharapkan biaya haji dapat ditekan secara signifikan, sehingga meringankan beban jemaah. Kampung Haji Mekkah juga diharapkan memangkas durasi tinggal jemaah di Tanah Suci dari 40 hari menjadi 30 hari tanpa mengurangi kualitas ibadah.

 

Setelah kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Prabowo juga dijadwalkan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang akan diselenggarakan pada 6-8 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.

Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Pemerintah Indonesia disebut bersiap untuk bergabung dengan New Development Bank (NDB), sebuah bank pembangunan yang didirikan oleh negara-negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. 

NDB dibentuk dengan tujuan utama untuk memobilisasi sumber daya bagi proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang (Emerging Market and Developing Countries/EMDC).

NDB berupaya menjadi alternatif atau pelengkap bagi lembaga keuangan multilateral tradisional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Awalnya didirikan oleh lima negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan) dengan modal awal sebesar $100 miliar. NDB telah memperluas keanggotaannya dan kini juga mencakup negara-negara seperti Bangladesh, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Uruguay. Indonesia baru-baru ini menyatakan komitmennya untuk bergabung sebagai anggota NDB. ***

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#brasil #Kampung Haji di Arab Saudi #Kampung haji #brics #BRICS 2025 #raja arab #KTT BRICS #prabowo #kampung haji indonesia #haji #prabowo subianto