RADAR BALI - Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo, meninggal dunia setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Debut, Maluku Tenggara, pada Selasa (1/7) sekitar pukul 15.28 WIT.
Keduanya merupakan bagian dari tujuh mahasiswa UGM yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
Kecelakaan nahas ini terjadi saat 12 orang, termasuk tujuh mahasiswa KKN UGM dan lima warga lokal, menggunakan dua perahu motor.
Mereka dalam perjalanan kembali setelah mengambil pasir untuk pembangunan Artificial Patch Reef (APR) sebagai bagian dari program KKN-PPM Unit Manyeuw.
Dalam perjalanan pulang dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut di Manyeu, salah satu perahu terbalik akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Awalnya, satu mahasiswa, Septian Eka Rahmadi (21 tahun), ditemukan meninggal dunia.
Sementara itu, Bagus Adi Prayogo (22 tahun) sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIT oleh warga setempat. Jenazah Bagus kemudian dibawa ke RS Karel Satsuit Tubun.
Dari 12 penumpang, 10 orang berhasil selamat. Lima mahasiswa UGM yang ditemukan selamat adalah Daeren Sakti Hermanu, Muhammad Arva Sagraha, Ridwan Rahardian Wijaya, Afifudin Baliya, dan Pratista Halimawan.
Tiga di antaranya, Muhammad Arva Sagraha dan Ridwan Rahadian, dirawat di RS Karel Satsuit Tubun, sedangkan Alifudin Baliya dirawat di RS Hati Kudus Langgur.
Dua mahasiswa lain, Daeren Sakti Hermanu dan Pratista Halimawan, dilaporkan dalam kondisi stabil.
Lima warga lokal yang turut menjadi penumpang dan selamat adalah Maikel Letsoin (28), Marvel Letsoin (16), Mikel Maipuka (27), Atin Letsoin (16), dan Penus Letsoin (27).
Tim SAR gabungan segera diberangkatkan pukul 16.00 WIT menggunakan rigid inflatable boat setelah menerima laporan dari Fauziadiah.
Tim tiba di Desa Debut pukul 17.30 WIT dan melakukan koordinasi dengan warga untuk proses pencarian dan evakuasi.
Universitas Gadjah Mada melalui situs resminya menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya kedua mahasiswa tersebut.
Sivitas akademika UGM mengenang Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo sebagai sosok yang aktif, cerdas, dan berdedikasi tinggi.
Septian Eka Rahmadi adalah mahasiswa Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji, mengenangnya sebagai anak muda yang penuh potensi dan semangat.
"Kami kehilangan sosok muda yang penuh potensi dan semangat. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberi ketabahan," ujar Rustamadji. Eka juga dikenal cerdas, bersahaja, dan memiliki komitmen tinggi dalam pembelajaran.
Bagus Adi Prayogo adalah mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM.
Rustamadji juga mengenang Bagus sebagai mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian.
"Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," katanya.
Selain berprestasi secara akademik, Bagus dikenal cerdas, rendah hati, dan memiliki semangat kolaboratif yang tinggi, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemahasiswaan.
Rustamadji menegaskan bahwa pihak kampus saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta KAGAMA Maluku.
Fokus utama adalah penanganan darurat, pendampingan psikologis bagi mahasiswa lain, serta proses pemulangan jenazah ke daerah asal.
UGM berkomitmen untuk terus memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh peserta KKN, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan di lapangan.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang telah membantu dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari pemerintah daerah, mitra lokal, hingga warga setempat. Bantuan mereka sangat berarti di tengah situasi sulit ini," pungkasnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto