RADAR BALI - Gubernur Bali Wayan Koster melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana memberi bantuan pendidikan bagi 1.450 mahasiswa asal Bali.
Penerima beasiswa memperoleh biaya pendidikan Rp 1 juta per bulan dan biaya hidup Rp 1,4 juta per bulan.
Beasiswa tersebut diberikan sampai mahasiswa tersebut lulus atau maksimal delapan semester.
Pemprov Bali telah bekerja sama dengan 28 kampus negeri dan swasta di Bali untuk mendukung program tersebut.
Ada beberapa skema yang diterapkan. Pertama, perguruan tinggi akan memberikan kuota beasiswa pendidikan gratis untuk 25-100 mahasiswa.
Skema kedua adalah pemberian keringanan uang kuliah tunggal sebesar Rp 1 juta per semester.
Ketiga, politeknik memberi layanan pendidikan cepat (fast track) setara diploma dua yang dapat diselesaikan selama tiga semester dengan biaya Rp 1.500.000 per mahasiswa.
Pemprov Bali tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 9,7 miliar. Tahun depan, program akan diperluas cakupannya sehingga total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 27 miliar.
Anggaran tersebut untuk beasiswa pendidikan mahasiswa baru dan beasiswa bagi penerima program tahun ini.
Untuk mendukung program tersebut, Koster akan meminta seluruh pemkab/pemkot di Bali untuk untuk berpartisipasi. Tahun ini, baru Kabupaten Gianyar yang berpartisipasi untuk memberi beasiswa kuliah bagi warganya.
Program SKS ditujukan untuk lulusan SMA/SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Syarat kedua, di keluarga tersebut belum ada yang lulus perguruan tinggi.
Syarat ketiga, calon mahasiswa berdomisili di Bali.
Calon mahasiswa cukup membuat surat keterangan orang tua calon mahasiswa dan bendesa adat setempat.
Salah satu kampus yang menyelenggarakan program SKS adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.
Kampus tersebut memberi kuota 55 calon mahasiswa yang meliputi 10 mahasiswa Seni Karawitan, 3 mahasiswa Seni Pedalangan, 5 mahasiswa Pendidikan Seni, 10 mahasiswa Bisnis Digital, dan 7 mahasiswa Teater.
Selain itu, 5 mahasiswa Kriya Seni, 5 mahasiswa Animasi, dan 10 mahasiswa Arsitektur. Pendaftaran dibuka secara online hingga Selasa, 29 Juli 2025. ***
Editor : Ibnu Yunianto