Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Majelis Desa Adat Bali Serukan Status Waspada di Denpasar, Badung, dan Gianyar

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:46 WIB
Bendesa Agung Majelis Desa Adat Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet menyerukan seluruh desa adat waspada.
Bendesa Agung Majelis Desa Adat Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet menyerukan seluruh desa adat waspada.

RADAR BALI - Aksi anarkis di depan Mapolda Bali yang merembet hingga DPRD Bali di Desa Adat Renon dan Tanjung Bungkak dinilai tidak lagi sesuai dengan gerakan solidaritas terhadap driver ojek online Affan Kurniawan.

Bendesa Agung Majelis Desa Adat Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet dalam seruannya menilai aksi demonstrasi yang anarkis tidak sesuai dengan tujuan kemanusiaan. 

Oleh karena itu, MDA menyeru kepada bendesa adat/kelian adat, prajuru desa adat, pecalang, yowana, pakis, dan krama desa adat melaksanakan tujuh seruan:

Pertama, bendesa adat/kelian mengarahkan seluruh krama, krama tamiu, dan tamiu agar tidak terpancing dan ikut serta dalam tindakan anarkisme terselubung melalui demo atau aksi jalanan.

Kedua, bendesa/kelian mengarahkan pecalang mengamankan wewidangan masing-masing, mengamati gerakan mencurigakan, dan provokasi yang berpotensi merusak keamanan dan kedamaian Bali.

Ketiga, pengerahan krama dilakukan melalui paswaran kulkul dan alat komunikasi elektronik sesuai dresta yang berlaku sesuai status waspada.

Keempat, desa adat di wewidangan Denpasar, Badung, dan Gianyar untuk bersiap dalam status waspada di soang-soang desa adat untuk menunggu arahan bendesa adat/kelian masing-masing.

Kelima, bendesa agung meminta bendesa desa adat/kelian adat di Denpasar, Badung, dan Gianyar menjaga Tanah Bali agar kedamaian tidak dikotori perilaku anarkis dan perilaku merusak yang merugikan Bali.

Keenam, menjaga keamanan dan kedamaian Bali adalah titah leluhur dan mandat Ida Betara Kawitan, Ida Betara Lelangit.

Ketujuh, Bendesa agung dan seluruh prajuru MDA berkomunikasi aktif dengan gubernur Bali, ketua DPRD, kapolda Bali, TNI, dan seluruh bendesa adat/kelian untuk memastikan pulihnya keamanan dan kedamaian Bali sebagai bentuk tanggung jawab menjaga tetamian Ida Betara Kawitan.

MDA menekankan pada seluruh krama untuk menerapkan prinsip lascarya nekeng tuas atau tulus ikhlas menerima tanpa sikap menyalahkan. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#mapolda bali #bendesa adat #Anarkisme #Majelis Desa Adat Bali #polda bali #mda bali #bali #dprd bali