Hal ini mengemuka setelah Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachman Arief Dienaputra, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis di sekitar trase tol Gilimanuk-Mengwi.
Peninjauan yang dilakukan dari Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, hingga Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung tersebut secara spesifik menyoroti potensi pengembangan di sekitar Sumberkima dan Taman Nasional Bali Barat.
Rencana pembangunan jalan tol ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan pariwisata, agrowisata, serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal secara merata.
"Dalam rangka mengoptimalkan potensi pengembangan di sekitar jalan tol, kami saat ini mengkaji pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang diintegrasikan dengan pengembangan kawasan di sekitar jalan tol (land development)," ujar Rachman Arief Dienaputra saat beraudiensi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Ia menambahkan, pengusahaan jalan tol ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan fokus awal pada ruas Pekutatan-Soka-Mengwi. Saat ini, PUPR masih menyusun ulang kelayakan proyek tol senilai lebih dari Rp 25 triliun tersebut hingga Desember 2025.
Mengenal Permata Bali Utara: Desa Sumberkima
Terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Desa Sumberkima adalah salah satu "surga tersembunyi" yang potensinya siap terbuka dengan adanya akses yang lebih baik.
Desa ini menawarkan panorama alam yang memukau serta suasana ketenangan yang kontras dengan hiruk pikuk pariwisata di Bali Selatan.
Nama Sumberkima sendiri memiliki asal-usul yang unik, berasal dari kata "sumber" (mata air) dan "kima" (kerang raksasa).
Menurut sejarah lokal, nama ini lahir pada tahun 1963 ketika sekelompok orang Bugis menemukan sebuah sumber mata air tawar di pesisir pantai yang hanya muncul saat laut surut dan dikelilingi banyak kerang kima.
Desa seluas 754 hektar ini dihuni oleh sekitar 10.000 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, dengan jagung dan pepaya california sebagai komoditas andalan.
Gili Putih: Pesona Pasir Timbul di Jantung Sumberkima
Salah satu daya tarik utama di Desa Sumberkima adalah Gili Putih. Ini bukanlah sebuah pulau, melainkan gusung pasir atau pasir timbul menawan yang menyembul di tengah laut, tidak jauh dari Pelabuhan Bangsal di Dusun Mandarsari.
Memiliki panjang sekitar 500 meter dengan bentuk unik menyerupai angka sembilan, Gili Putih menawarkan perairan jernih yang sangat cocok untuk berenang dan snorkeling.
Tempat ini menjadi surga bagi para fotografer dan pemburu konten media sosial, dengan adanya ayunan ikonik berlatar belakang pegunungan Bali di satu sisi dan Jawa Timur di sisi lain.
Untuk mencapainya, pengunjung dapat menyewa perahu kayu bermotor dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pelabuhan Bangsal. Perjalanan perahu hanya memakan waktu sekitar 15 menit dengan ombak yang tenang. Biaya sewa perahu bervariasi:
Harga tersebut sudah termasuk perjalanan pulang-pergi dengan durasi tunggu maksimal dua jam di lokasi.
Konektivitas Sebagai Kunci
Saat ini, perjalanan dari pusat wisata seperti Kuta menuju Sumberkima bisa memakan waktu 3,5 jam atau lebih.
Namun, dengan adanya Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi nanti, waktu tempuh akan terpangkas secara signifikan. Aksesibilitas yang jauh lebih baik ini akan membuka gerbang bagi wisatawan untuk lebih mudah menjangkau permata seperti Gili Putih.
Selain itu, aksesibilitas tersebut juga untuk memastikan manfaat pembangunan dan ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata hingga ke Bali Utara. ***