DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Setelah lawatan dari Qatar, Presiden Prabowo Subianto langsung ke Bali menemui warga yang terdampak banjir bandang yang melanda Bali pada Rabu (10/9). Masyarakat sangat antusias bertemu Presiden Prabowo, mereka telah menunggu dari pagi di sekitar Pasar Kumbasari.
Prabowo datang sekitar pukul 13.04 wita langsung masuk gang menemui warga di Gajah Mada IV Banjar Gerenceng, Pemecutan. Awalnya Prabowo akan mengunjungi Pasar Badung dan Kumbasari tapi langsung berubah memilih mengunjungi rumah warga.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang telah menunggu tidak tahu persis siapa yang ditemui oleh Prabowo Subianto. Pastinya mereka adalah warga terdampak banjir.
"Yang jelas Bapak Presiden tadi mengunjungi salah satu korban rumah. Kami datanya memang belum masuk karena kami rencana beliau ke sini (Pasar Badung,red)," ujar Jaya Negara.
Tanpa adanya koordinasi, Jaya Negara tahunya pasukan pengamanan presiden (Paspampres) masuk ke Gang Gajah Mada IV Banjar Gerenceng. Ia berdalih soal data korban di lingkungan yang paling tahu adalah perbekel atau lurah. Sebab, mereka yang mendata rumah warga yang rusak karena membuat posko dan catatan.
"Yang mendata lingkungan korban lingkungan kelurahan atau desa itu kepala desa dan lurah yang mendata," jelas politisi PDI Perjuangan ini.
Kemudian, Jaya Negara sampaikan Pemkot Denpasar telah menyiapkan bantuan bagi rumah warga yang rusak berat maksimal Rp 100 juta. "Kalau ada sertifikatnya ini maksimal Rp 100 juta," terangnya.
Baca Juga: Bertemu Presiden Prabowo di Banjar Grenceng Denpasar, Nengah Manis Minta Modal Usaha
Sementara itu, Wali Kota Denpasar juga telah menyerahkan dana suka duka ke tujuh ahli waris korban meninggal di Pasar Badung Sabtu (13/9/2025). Sebenarnya ada 11 korban meninggal, sedangkan dua belum ditemukan, dan dua orang ber KTP luar Denpasar.
"Sembilan sudah menerima bantuan dari Denpasar dan Kementerian Sosial. Cuma satu belum menerima bantuan di Monang Maning yang dikunjungi Pak Wapres. Akan kami segera," jelasnya.
Jaya Negara menyatakan, yang mendampingi Presiden hanya Gubernur Bali Wayan Koster Sedangkan pihaknya menunggu di luar gang. “Kami jaga di luar yang menemani Bapak Gubernur," katanya.
Dikatakan ahli waris korban meninggal dipastikan telah menerima bantuan dari Wali Kota Denpasar sebesar Rp 15 juta.
Keluarga atau ahli waris minimal mendapatkan Rp 30 juta. Bersumber dari Wali Kota dan pemerintah pusat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali supaya juga memberikan bantuan kepada korban yang meninggal dunia.
"Kami menyerahkan langsung bukan simbolis tapi senilai Rp 15 juta. Korban yang meninggal minimal 30 Juta, dari Pemkot dan pusat," ucapnya.***
Editor : M.Ridwan