Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Banjir Bali: Tim SAR Susur Tukad Yeh Penet Cari Satu Keluarga Hilang di Mengwi

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 15 September 2025 | 00:06 WIB
BERJIBAKU - Tim SAR gabungan Polres Badung dan Basarnas mencari jenazah korban hanyut sungai Yeh Penet di Jembatan Selingsing, Cepaka, Kediri, Tabanan.
BERJIBAKU - Tim SAR gabungan Polres Badung dan Basarnas mencari jenazah korban hanyut sungai Yeh Penet di Jembatan Selingsing, Cepaka, Kediri, Tabanan.

RADAR BALI - Petugas SAR Gabungan Basarnas dan Polres Badung menyusuri aliran Tukad Yeh Penet untuk mencari satu keluarga korban banjir bandang yang menerjang Perumahan Permata Residence, Banjar Kelod Kauh, Desa Mengwitani, Mengwi, Badung.

Satu keluarga yang masih dalam pencarian terdiri dari pasangan suami istri Rio Hatnar Boelan (56) dan Dewi Ratnawati Soenarjo (57), serta anak mereka, Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23).

Ketiganya dilaporkan hilang sejak rumah mereka amblas terseret arus deras banjir bandang Tukad Yeh Penet pada Rabu (10/9/2025).

Koordinator Pencarian dan Pertolongan Kantor Basarnas Bali I Ketut Wirajaya menjelaskan, tim gabungan melakukan pencarian dengan menelusuri aliran Tukad Yeh Penet mulai dari Banjar Gamongan, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Area bawah jembatan menjadi fokus utama karena kerap menjadi tempat tertumpuknya material banjir.

Petugas sempat mencurigai adanya bau menyengat dari tumpukan sampah di bawah Jembatan Selingsing, perbatasan Desa Cepaka dan Kaba-Kaba di Kediri, Tabanan.

Namun setelah dilakukan pembersihan sampah-sampah, sumber bau ternyata berasal dari bangkai kucing.

Operasi Pencarian Diperluas

Usai memastikan area jembatan nihil, tim kembali bergerak ke arah selatan mengikuti aliran sungai.

Hingga Minggu sore, petugas telah menempuh sekitar satu kilometer dari titik awal pencarian.

Sementara itu, tim lain masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi rumah korban yang amblas.

Pencarian di reruntuhan rumah bahkan melibatkan alat berat untuk mengangkat puing-puing bangunan besar dan berat.

Korban Jiwa Meningkat

Basarnas Bali mencatat, jumlah korban jiwa akibat banjir dan bencana terkait di Bali sejak Rabu lalu telah mencapai 17 orang hingga Minggu pagi.

Rinciannya, 11 orang di Denpasar, tiga di Gianyar, dua di Jembrana, dan satu di Badung.

Selain itu, masih ada lima orang yang belum ditemukan: dua di Denpasar dan tiga lainnya merupakan satu keluarga di Mengwitani, Badung.

Debit Air Capai 3,5 Meter

Saat kejadian, debit air di Tukad Yeh Penet dilaporkan sangat besar hingga mencapai 3,5 meter.

Tidak hanya rumah keluarga Rio Hatnar Boelan yang amblas, rumah di sebelahnya juga mengalami kerusakan parah di bagian belakang.

Tukad Yeh Penet adalah sungai sepanjang 45 kilometer yang berhulu di Danau Beratan dan bermuara di Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#badung #hanyut #satu keluarga #banjir bali #mengwi #mengwitani