RADAR BALI - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana membangun Kampung Haji Indonesia (KHI) di Mekkah, Arab Saudi.
Proyek strategis ini dirancang untuk menyediakan fasilitas yang layak dan nyaman bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
Berdasarkan informasi dari CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 80 hektare dan diperkirakan mampu menampung hingga 200.000 jamaah.
Pemerintah Arab Saudi telah menawarkan delapan plot lahan kepada Indonesia untuk lokasi KHI, yang berada di dekat Masjidil Haram.
Salah satu area yang potensial adalah Jabal Omar, sebuah kawasan yang dikenal karena pembangunan akomodasi modern bagi para peziarah.
Jabal Omar terletak di bagian selatan distrik Al Haram, membentang dari lingkungan Al-Shabika hingga Al-Misfalah.
Area ini sangat dekat dengan pusat kota Mekkah, hanya berjarak sekitar 500 meter hingga 700 meter dari Masjidil Haram.
Jarak yang sangat dekat ini membuat Jabal Omar menjadi lokasi yang strategis dan ideal bagi para jamaah.
Sejarah Penting Jabal Omar
Selain lokasinya yang strategis, Jabal Omar juga memiliki nilai sejarah penting dalam Islam.
Menurut beberapa sejarawan, gunung ini diyakini sebagai tempat kediaman sahabat nabi Umar bin Khattab.
Rumah Abu Bakar bin Shiddiq yang saat ini telah bersalin menjadi Hotel Hilton juga terletak di Jabal Umar.
Selain itu, Jabal Umar diyakini sejumlah sejarawan sebagai tempat seekor kambing hitam dikirimkan sebagai pengganti untuk mengorbankan Nabi Ismail AS pada masa Nabi Ibrahim AS.
Kisah ini menambah nilai spiritual pada kawasan tersebut, menjadikannya bukan hanya tempat bermukim, tetapi juga tempat yang kaya akan sejarah.
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pendanaan tahap awal proyek ini akan ditanggung penuh oleh Danantara.
Saat ini, fokus utama adalah menyelesaikan proses administrasi dan perizinan kepemilikan lahan, karena kepemilikan properti oleh pihak asing di Arab Saudi merupakan sesuatu yang baru.
Perubahan undang-undang ini terjadi berkat pertemuan antara Presiden Prabowo dan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Muhammad Bin Salman Al Saud.
Lahan yang ditawarkan berstatus freehold atau hak milik penuh, dengan kondisi lahan yang bervariasi dari dataran hingga perbukitan.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan mulai berperan aktif setelah seluruh proses legalitas lahan selesai.
BPKH akan berkontribusi pada tahap pengembangan dan pengelolaan proyek.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi akan bertanggung jawab penuh terhadap relokasi penduduk yang masih menempati sebagian lahan.
Proyek KHI di Jabal Omar ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.***
Editor : Ibnu Yunianto