Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tok! Forum Driver Ikut Awasi Raperda Angkutan Sewa Khusus Berbasis Aplikasi, Wajib Pakai KTP dan Plat Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:59 WIB

 

TEMUI KETUA DEWAN: Sejumlah pentolan Forum Driver se- Bali ikut mengawasi Raperda Ojek Online dengan aturan baru di DPRD Bali, 28 Oktober 2025.
TEMUI KETUA DEWAN: Sejumlah pentolan Forum Driver se- Bali ikut mengawasi Raperda Ojek Online dengan aturan baru di DPRD Bali, 28 Oktober 2025.

DENPASARradarbali.jawapos.com -  Pemerintah Provinsi Bali bersama DPRD Bali telah menyepakati rumusan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Layanan Angkutan Sewa Khusus (ASK) Pariwisata Berbasis  Aplikasi di Provinsi Bali pada sidang paripurna di wiswa sabha utama (WSU) kemarin (28/10/2025). 

Forum  Perjuangan  Driver Pariwisata Bali  yang mendesak  pengaturan taksi online ikut hadir dengan  berpakaian adat ringan. 

Koordinator Panitia Khusus (pansus)  Raperda Angkutan Sewa Khusus (ASK) I Nyoman Suyasa menyampaikan,  dalam raperda diatur keberadaan vendor-vendor Angkutan Sewa Khusus  (ASK). Kemudian  standarisasi tarif yang layak, rekrutmen driver dengan KTP beralamat diri Bali, menggunakan plat DK.

Selain  itu, adanya standarisasi kompetensi para driver pariwisata wajib memiliki pengetahuan tentang pariwisata budaya Bali. Salah satunya diatur perusahaan transportasi wajib  menggunakan label resmi Kreta Bali Smita. 

Kreta Bali Smita merupakan program standarisasi kelayakan dan kenyamanan dan umur  kendaraan pariwisata di Bali melalui aplikasi pelabelan angkutan pariwisata  yang diintegrasikan dengan fitur Fleet Management System (FMS) dan Vehicle Maintenance System (VMS).

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, mewakili Gubernur Bali menyatakan, tidak hanya soal penggunaan aplikasi dan tapi  juga mendata adanya vendor transportasi di Bali.

Bagi sopir juga wajib beridentitas dan plat nomor kendaraan Bali.”Bahkan ini akan menggunakan aplikasi  dan tidak sampai ada aplikasi. Nah ini betul betul terdata. 

Karena kita ingin berpikir  tentang sederhananya begini. Memang susah berbicara tentang data, tapi lebih fatal lagi berbicara tanpa data. 

 Nah, maka dengan teknologi dan transparansi ini bagian untuk menerangkan yang ada,” terangnya usai  sidang paripurna kemarin (28/10). 

Pemangku kepentingan wajib mengikuti ketentuan regulasi  perda."ketika disahkan diundang jadi lembaran provinsi bali. Dan kita harus sepakatkan,” ucap mantan Bupati Badung ini. 

Setelah perda disahkan akan ada turunannya dengan pembuatan peraturan gubernur (pergub) untuk pelaksanaan teknisnya serta pengaturan sanksi.

Namun, soal ketentuan  sanksi masih dilakukan pembahasan.” Karena tertibnya di Bali ini, semoga ke depan bisa menjadikan sebuah role model  negara kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#raperda #KTP Bali #angkutan sewa khusus #Plat Nomer #dprd bali