RADAR BALI - Persija Jakarta dipastikan menghadapi konsekuensi pahit akibat kerusakan rumput Jakarta International Stadium (JIS).
Gagal menggunakan markas utamanya, Macan Kemayoran harus menjalani laga kandang pekan ke-10 Super League 2025/2026 melawan PSBS Biak di tempat netral.
Macan Kemayoran akhirnya mendapatkan tempat yang sesuai, yakni Stadion Manahan, Solo. Pertandingan Persija vs PSBS Biak digelar pada Jumat (31/10) pukul 19.00 WIB.
Ironisnya, pertandingan Persija Jakarta di Solo tersebut diputuskan untuk digelar tanpa penonton karena mepetnya waktu persiapan dan perizinan. Artinya, The Jak tidak akan bisa menyaksikan pertandingan tersebut di Solo.
Kalah Prioritas dari Konser K-Pop
Alasan utama yang memaksa Persija pindah kandang dan 'terusir' dari Jakarta adalah kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) yang rusak parah setelah digunakan untuk konser K-Pop pada akhir September.
Konser yang dimaksud adalah NCT Dream Tour: The Dream Show 4, Dream The Future yang berlangsung pada 27-28 September 2025.
Vice President JIS Shinta Syamsul Arief mengakui untuk penyelenggaraan konser tersebut, rumput lapangan diangkat, dipindahkan, dan dipasang ulang. Agar dapat digunakan lagi untuk pertandingan sepak bola profesional, rumput tersebut membutuhkan waktu dua-tiga pekan untuk pulih.
Namun, estimasi waktu pemulihan yang jatuh di pertengahan hingga akhir Oktober ini ternyata tidak cukup bagi Persija untuk menjamu PSBS Biak. Oleh karena itu, opsi pindah ke Solo sebagai "laga usiran" diambil.
Pemindahan laga kandang Persija ke Stadion Manahan Solo merupakan yang kali pertama musim ini.
Sebelumnya, Macan Kemayoran selalu bermain di JIS, mencatatkan hasil positif dengan satu kemenangan telak 4-0 atas Persita Tangerang dan dua kali seri tanpa kekalahan.
Momentum Kebangkitan Macan Kemayoran
Meskipun harus bermain jauh dari rumah dan tanpa dukungan langsung suporter fanatiknya, Rizky Ridho dan kawan-kawan tiba di Solo dengan kepercayaan diri tinggi.
Persija Jakarta saat ini menduduki posisi kedua klasemen sementara Super League dengan koleksi 17 poin.
Mereka berambisi terus menempel ketat para pesaing di puncak, yang dipimpin oleh Borneo FC dengan selisih tujuh poin.
Modal positif diraih Persija setelah memetik dua kemenangan beruntun, yaitu 3-1 atas Persebaya Surabaya dan skor tipis 1-0 atas Madura United.
Badai Pasifik dalam Tren Negatif
Berbeda dengan Persija Jakarta yang sedang dalam tren positif, tim tamu PSBS Biak justru berada dalam performa negatif.
Tim berjuluk Badai Pasifik ini tercatat belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir mereka di liga.
Mereka terakhir menang di Super League dalam pertandingan melawan Semen Padang pada 11 September 2025.
Rentetan hasil buruk ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PSBS Biak.
Pertandingan melawan Persija Jakarta di Solo, meskipun tanpa penonton, akan menjadi kesempatan krusial bagi mereka untuk memutus tren negatif tersebut dan mencuri poin dari tim papan atas.***
Editor : Ibnu Yunianto