Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Progam IIS 2025 Kemenag RI - Kemenlu Austria: "Kaget" Puja Mandala, Delegasi Austria Terkesan Dengan Toleransi Beragama di Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 20 November 2025 | 15:39 WIB
RAMAH TAMAH: Delegasi Austria bersama jajaran Kemenag RI di Sunset Road, Kuta, Selasa malam (18/11/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)
RAMAH TAMAH: Delegasi Austria bersama jajaran Kemenag RI di Sunset Road, Kuta, Selasa malam (18/11/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Sebanyak sepuluh orang delegasi dari negara Austria mengunjungi Bali.

Kunjungan mereka merupakan bagian dari progam Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025, yang diinisiasi Kementerian Agama RI bersama Kementerian Luar Negeri dengan negara Austria.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad mengatakan bahwa program ini bertujuan, agar Indonesia menjadi referensi dunia terkait kerukunan umat beragama.

”Kita ingin menjadikan amplifikasi Indoneisa sebagai referensi dan destinasi dunia terkait kerukunan umat beragama," katanya di salah satu restoran di kawasan Sunset Road, Kuta, Badung, Selasa (18/11/2025) malam.

Dia mengungkap 10 delegasi ini datang dari sejumlah profesi. Mulai dari aktivis, guru besar, anggota parlement hingga wartawan.

Abdushomad menyebut, program ini juga gambaran dari komitmen nyata indoensua bentuk memperkuat dialog antara umat beragama secara global.

Sebelumnya, para delegasi itu telah berkunjung ke sejumlah kota toleransi di Indonesia. Mulai dari Semarang, Magelang, Jogja dan puncaknya di Bali. Di pulau Dewata, mereka berkesempatan mengunjungi Puja Mandala, Nusa Dua.

Di sana mereka sangat terkesan dengan kehidupan masyarakatnya yang rukun dan tergambar dari beragamnya rumah ibadah yang berada pada satu komplek yang sama.

”Mereka terkesan dan melihat langsung praktik kerukunan di Indonesia dan mengatakan ternyata Indonesia tidak sebagaimana yang mereka kesanlan sebelumnya.

Di Puja Mandala, Nusa Dua, mereka kaget. Mereka bilang ini harus sangat perlu terus didorong supaya dunia tau dimana di sana ada beragam tempat ibadah agama," imbuhnya.

Sementara itu, Bali dipilih menjadi lokasi puncak karena Bali dianggap sebagai salah satu pulau yang sempat masuk dalam nominasi kota toleran.

Di mana sebelum datang ke Bali, para delegasi juga sempat mengunjungi terowong silaturahmi yang menghubungkan masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta.

Pada acara puncak tersebut juga dihadiri juga oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali adalah H. Syarief Hidayatullah.

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#IIS 2025 #Kemenag RI