RADAR BALI - PSIS Semarang bergerak cepat memanfaatkan bursa transfer mendatang.
Setelah resmi berada di bawah manajemen baru, Laskar Mahesa Jenar disebut-sebut bakal memanggil pulang tiga mantan pemainnya.
Salah satunya adalah bek serba bisa dari klub juara bertahan Super League, Persib Bandung.
Kemenangan perdana atas Persiba Balikpapan di Stadion Batakan memang menjadi titik balik penting bagi PSIS.
Namun, manajemen menilai tambahan kekuatan tetap diperlukan agar PSIS bisa kembali kompetitif.
Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah memulangkan tiga mantan pemain kunci yang pernah menjadi bagian penting dari tim.
Tiga nama yang santer dibicarakan adalah Alfeandra Dewangga, Hari Nur Yulianto, dan Wawan Febrianto.
Alfeandra Dewangga
Bek multifungsi, Alfeandra Dewangga, saat ini memperkuat juara bertahan Super League, Persib Bandung.
Namun, minimnya menit bermain akibat persaingan ketat di skuad asuhan Bojan Hodak membuatnya menjadi target utama PSIS untuk dipulangkan.
Statistik Minim Menit Bermain di Persib (2025/2026)
Meskipun baru bergabung di musim 2025/2026, menit bermain Dewangga sangat terbatas hingga awal Desember:
Super League: Hanya sekali tampil sebagai starter penuh (90 menit) di posisi fullback kiri saat Persib menang 4-1 atas Madura United.
AFC Champions League II: Mencatatkan 1 menit bermain sebagai pemain pengganti.
Total Resmi: Hanya sekitar 91 menit di seluruh kompetisi.
Pemain berusia 24 tahun ini menghadapi persaingan ketat di lini belakang Persib, khususnya dengan Frans Putros di posisi bek kiri, yang telah mencatatkan 983 menit bermain hingga pekan ke-14.
Selain itu, posisi favoritnya, Bek Tengah, sudah diisi oleh duo asing dominan, Federico Barba dan Patricio Matricardi.
Dengan kondisi tersebut, peluang Dewangga untuk meminta peminjaman demi mendapatkan menit bermain yang lebih besar dinilai cukup terbuka.
PSIS sendiri sangat memerlukan pemain serba bisa seperti Dewangga, yang mahir sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.
Opsi “pulang kampung” menjadi kemungkinan yang realistis.
Hari Nur Yulianto dan Wawan Febrianto
Selain Dewangga, PSIS juga mengincar dua nama legenda dan mantan pemain lainnya.
1. Hari Nur Yulianto (PSPS Pekanbaru)
Nama Hari Nur Yulianto tidak pernah hilang dari hati publik Semarang. Ia menyandang status legenda PSIS setelah satu dekade mengabdi dan menjadi bagian dari skuad promosi 2017.
Saat ini, pemain berusia 36 tahun tersebut memperkuat PSPS Pekanbaru di Championship. Musim ini ia menjadi andalan dengan tampil 10 kali (224 menit) dan mencetak 2 gol.
Pengalaman dan karisma Hari Nur diyakini bisa menambah kedalaman skuad serta menjadi mentor bagi pemain-pemain muda PSIS.
2. Wawan Febrianto (Persela Lamongan)
Wawan Febrianto sempat bergabung dengan PSIS pada 2022 sebelum sempat ke Malut United dan kembali lagi ke Semarang.
Sayangnya, situasi finansial memaksa ia hengkang ke Persela Lamongan pada awal musim ini.
Bersama Persela, Wawan bermain dalam 10 laga dengan total 330 menit dan mencatatkan 1 assist.
Kehadirannya akan menawarkan kreativitas dan pengalaman di lini tengah serta fleksibilitas posisi yang sangat dibutuhkan PSIS.
Rencana memanggil kembali ketiga mantan pemain ini dinilai bukan sekadar nostalgia, melainkan kebutuhan taktis.
Ketiganya cocok dengan pola permainan PSIS dan sangat memahami karakter kompetisi Indonesia:
Dewangga memberi stabilitas defensif dan fleksibilitas posisi. Hari Nur memberi ketenangan, pengalaman, dan jiwa kepemimpinan. Sedangkan Wawan menawarkan variasi serangan dan kreativitas di lini tengah.
Dengan dukungan manajemen baru yang siap menggelontorkan investasi besar, PSIS tampak serius dalam mengubah arah tim pada putaran kedua Super League.***
Editor : Ibnu Yunianto