Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dualisme PBNU: Kubu Sultan Bahas PAW Pengurus, Kubu Kramat Rapat Konsolidasi

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:44 WIB
DUALISME - Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Terjadi dualisme kepengurusan PBNU antara Kubu Sultan dan Kubu Kramat.
DUALISME - Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Terjadi dualisme kepengurusan PBNU antara Kubu Sultan dan Kubu Kramat.

RADAR BALI – Dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas seiring dengan dualisme kepengurusan hasil Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (9/12/2025).

Rapat yang dipimpin Rais Syuriyah PBNU M. Nuh tersebut secara resmi dibuka dengan pengarahan oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Dalam sambutannya, Kiai Miftachul Akhyar menegaskan bahwa periode kepengurusan PBNU saat ini bertujuan untuk menegakkan supremasi Syuriyah.

“Bagaimana supremasi syuriyah ini betul-betul terjaga dan terus hidup makin menguat,” kata Kiai Miftach seperti dilansir NU Online. 

Pondok Pesantren Miftachussunnah di Kedungtarukan Surabaya tersebut menegaskan bahwa Syuriyah adalah pemilik sah NU, sehingga supremasi tersebut perlu dipertegas dalam Rapat Pleno.

“Penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan, walaupun masih ada keberatan-keberatan dari penikmat dari Tanfidziyah (kubu Kramat),” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kiai Miftach juga mengungkapkan kronologis terkait situasi internal PBNU yang berujung pada pemberhentian Ketua Umum PBNU Gus Yahya dari jabatannya.

Rapat Pleno Kubu Sultan Tanpa Gus Yahya

Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 4799/PB.02/A.I.01.01/99/12/2023 yang diterbitkan pada 2 Desember 2025, agenda rapat Kelompok Sultan ini adalah Penyampaian Hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU dan Penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU.

Surat ini ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Katib Syuriyah PBNU KH Ahmad Tajul Mafakhir (Gus Tajul).

Menariknya, berdasarkan berkas surat yang diterima, tidak ada nama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam lampiran undangan tersebut.

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain, Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf, Menteri Agama sekaligus Rais Syuriyah PBNU Prof Nasaruddin Umar.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum IPPNU Whasfi Velasufah, dan Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah.

Agenda Rapat Gabungan Ganti Kepengurusan

Setelah Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, PBNU masih mengagendakan rapat gabungan Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah yang secara eksplisit membahas Evaluasi Kinerja Kepengurusan dan Pembahasan Usulan Pergantian Antarwaktu.

Rapat penting yang membahas usulan pergantian kepengurusan ini dijadwalkan akan digelar pada Sabtu (13 Desember 2025) di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

Agenda tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 4804/PB.01/A.I.01.03/99/12/2025 yang dikeluarkan pada 6 Desember 2025.

Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Katib Syuriah KH Ahmad Tajul Mafakhir, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, serta Wakil Sekretaris Jenderal KH Imron Rosyadi Hamid.

Surat ini ditujukan kepada Pengurus Besar Harian Syuriyah dan Pengurus Besar Harian Tanfidziyah, dengan tembusan kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Dua hari sebelum rapat gabungan Kubu Sultan tersebut, Kubu Kramat juga akan menggelar Rapat Pleno PBNU pada Kamis (11 Desember 2025) dengan agenda Evaluasi Program, Konsolidasi Organisasi, dan Penanggulangan Bencana.

Surat undangan rapat pleno Kubu Sultan ditandatangani oleh Rais Syuriyah KH A Mu'adz Thohir, Katib Syuriyah KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, serta Wakil Sekretaris Jenderal H Najib Azca.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Miftachul Achyar #Rais Aam #Zulfa Mustofa #Kemenkum #ketum pbnu #Syuriyah PBNU #yahya cholil staquf #Nahdlatul Ulama #rapat pleno #PBNU #Pj Ketum PBNU #KH Zulfa Mustofa #Gus Yahya Cholil Staquf