Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bangun Kampung Haji Indonesia, Danantara Beli Tiga Hotel di Kawasan Thakher Mekkah

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 18 Desember 2025 | 23:43 WIB
AKOMODASI HAJI UMRAH - Lokasi Kampung Haji Indonesia di kawasan Jabal Omar di Mekkah.
AKOMODASI HAJI UMRAH - Lokasi Kampung Haji Indonesia di kawasan Jabal Omar di Mekkah.

RADAR BALI - Badan Pengelola Investasi Danantara memulai langkah besar dalam mewujudkan ekosistem Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi.

Langkah tersebut ditandai dengan akuisisi hotel dan pengamanan lahan di lokasi strategis di Mekkah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan pembelian aset hotel di kawasan Thakher melalui skema conditional sales and purchase agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli bersyarat.

Langkah ini diambil karena regulasi kepemilikan aset tanah bagi pihak asing di Arab Saudi baru akan berlaku efektif mulai Januari 2026.

Aset yang dibeli berupa tiga tower hotel dengan total 1.461 kamar. Hunian tersebut mampu menampung sekitar 4.383 jemaah. Nilai akuisisi ketiga hotel tersebut mencapai USD 500 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun.

Selain hotel yang sudah berdiri, pemerintah juga telah mengamankan lahan seluas 5 hektare yang berada tepat di depan hotel tersebut.

Di atas lahan ini, direncanakan pembangunan 13 tower tambahan dan satu pusat perbelanjaan dengan estimasi investasi sekitar USD 700-800 juta atau Rp 10 triliun.

Jika seluruh pembangunan selesai, total kapasitas di kawasan ini diproyeksikan mencapai 6.025 kamar yang mampu menampung lebih dari 23.000 jemaah.

Salah satu nilai tambah utama dari Kampung Haji di kawasan Thakher adalah lokasinya yang hanya berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

Jarak tersebut dinilai jauh lebih dekat dan efisien dibandingkan lokasi pemondokan yang selama ini digunakan jemaah.

Untuk mempermudah mobilitas, pemerintah Arab Saudi saat ini tengah membangun Jembatan Al-Hujun serta terowongan penghubung langsung yang akan mengoneksikan kawasan Thakher ke Masjidil Haram. Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada 2026.

Ekspansi ke Lahan RCMC Plot 6

Selain di Thakher, pemerintah juga mengincar lokasi kedua di kawasan Royal Commission for Makkah City and Holysites (RCMC) Plot 6, tepatnya di Western Hindawiah.

Saat ini masih berupa lahan kosong seluas 4,4 hektare. Indonesia telah masuk sebagai dua kandidat teratas dalam proses lelang. Nilai lahan tersebut diperkirakan USD 750 juta atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Pemenang tender akan diumumkan pada Januari 2026, dengan harapan konstruksi dapat dimulai pada kuartal IV tahun 2026.

Dengan total estimasi investasi mencapai miliaran dolar AS, pemerintah optimis bahwa kepemilikan aset mandiri ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, tetapi juga menjadi aset investasi negara yang bernilai tinggi di masa depan.

"Insyaallah ke depan akan lancar dan harapannya pembangunan kita sudah bisa mulai di tanah yang baru pada kuartal IV 2026," pungkas Rosan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Thakher Mekkah #mekkah #Danantara #umroh #bkpm #Arab Saudi #rosan roeslani #prabowo #kampung haji indonesia #makkah #haji