Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rais Aam PBNU Kiai Miftach dan Ketum PBNU Gus Yahya Islah, Percepat Muktamar ke-35 NU 2026

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 26 Desember 2025 | 03:01 WIB
SAAT MASIH AKUR - Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
SAAT MASIH AKUR - Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

RADAR BALI – Dinamika internal yang sempat menghangat di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemui titik terang.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) resmi menyatakan islah atau berdamai dalam pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (25/12/2025).

Pertemuan bertajuk "Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU dengan Mustasyar PBNU" tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh kunci NU. Dari barisan Mustasyar PBNU, hadir KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan Prof. Machasin.

Dari jajaran Syuriyah PBNU, hadir KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, dan Prof. Mohammad Nuh.

Sementara dari jajaran Katib Syuriyah tampak hadir KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi, KH Abdul Latif Malik, Gus Aunullah A’lal Habib, H. Tajul Mafakhir, H. Abdul Moqsith Ghazali, dan H. Sarmidi Husna.

Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan besar, yakni kesepakatan untuk mempercepat penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada tahun 2026.

Keputusan ini diambil untuk memastikan organisasi kembali solid dan berjalan sesuai koridor AD/ART.

Suasana haru menyelimuti jalannya musyawarah. Dalam sebuah rekaman video yang beredar, Gus Yahya tampak mencium tangan serta pipi Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar yang disambut dengan senyuman hangat.

Gus Yahya juga melakukan hal serupa kepada para kiai sepuh sebagai bentuk takzim dan penghormatan.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib, menyampaikan bahwa seluruh pihak sepakat untuk menyampingkan perbedaan.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Gus Yahya mengutip hasil pertemuan tersebut.

Mengakhiri Konflik Internal

Musyawarah di Lirboyo ini merupakan puncak dari rangkaian inisiatif yang sebelumnya telah dilakukan di beberapa pesantren seperti Al-Falah Ploso dan Tebuireng Jombang.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, dualisme kepemimpinan resmi berakhir. Kepengurusan PBNU tetap berjalan di bawah pimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum hingga Muktamar digelar.

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Forum tertinggi jam’iyah ini diharapkan dapat terlaksana secara damai, bermartabat, dan menjadi momentum penguatan ukhuwah nahdliyah di seluruh Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#kiai sepuh #gus yahya #Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf #ketum pbnu #islah #Syuriyah PBNU #rais aam pbnu #mustasyar NU #Kiai Miftah dan Gus Yahya Islah #Rais Aam KH Miftachul Akhyar #ponpes lirboyo kediri #Kiai Miftach