Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kenapa Angka 67 Viral di TikTok? Inilah Arti di Balik Tren Six-Seven yang Absurd

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 26 Desember 2025 | 20:39 WIB
Arti meme 67 (baca: six seven) yang viral di media sosial.
Arti meme 67 (baca: six seven) yang viral di media sosial.

RADAR BALI - Pernahkah Anda melihat kolom komentar di media sosial penuh dengan angka 67, atau melihat layar Google Anda tiba-tiba bergoyang saat mengetik angka tersebut? Anda tidak sendirian.

Sejak awal 2025, angka 67 (dibaca: six-seven) telah bermutasi dari sekadar bilangan menjadi fenomena budaya internet yang mendominasi TikTok, Reels, hingga YouTube Shorts.

Meski terlihat acak, tren ini telah menjadi simbol komunikasi baru bagi Gen Z dan Gen Alpha, bahkan sampai dinobatkan sebagai Word of the Year 2025 oleh Dictionary.com.

Inilah alasan mengapa angka ini bisa sangat viral:

Awal mula kegilaan ini dapat ditelusuri ke sebuah lagu berjudul “Doot Doot (6 7)” karya rapper Skrilla yang dirilis pada Desember 2024.

Dalam lagu tersebut, frasa “six-seven” diulang berkali-kali tanpa arti khusus. Skrilla mengakui bahwa angka tersebut dipilih hanya karena terdengar enak diucapkan secara repetitif.

Namun, pemicu utamanya adalah video viral seorang anak di sebuah pertandingan basket (6-7 Kid) yang berteriak "six-seven!" sambil menggerakkan telapak tangannya ke atas dan ke bawah secara ritmis.

Gestur tangan inilah yang kemudian ditiru oleh jutaan pengguna internet sebagai ciri khas meme ini.

Saking viralnya, Google bahkan ikut merayakan tren ini dengan menyediakan fitur rahasia (easter egg).

Jika Anda mengetik angka "67" di kolom pencarian, seluruh hasil pencarian di layar Anda akan bergoyang atau berjoget ke atas dan ke bawah.

Gerakan layar ini merupakan penghormatan visual terhadap gestur tangan dalam video viral aslinya.

Simbol Budaya "Brainrot" Masa Kini

Meskipun sering dikaitkan dengan tinggi badan pemain basket seperti LaMelo Ball (6 kaki 7 inci), para ahli media menyebut fenomena ini sebagai puncak dari "Brainrot Culture".

Ini adalah istilah untuk konten yang sengaja dibuat absurd, repetitif, dan tidak memiliki makna mendalam.

Bagi anak muda, mengucapkan "67" bukan lagi soal angka, melainkan bentuk ekspresi spontan untuk Merespons hal aneh atau lucu secara instan, menutup pembicaraan dengan cara yang santai, kode internal untuk menunjukkan bahwa seseorang "paham" dengan tren terbaru.

Fenomena ini tidak tanpa kontroversi. The Guardian melaporkan bahwa banyak guru mulai terganggu karena siswa sering meneriakkan "six-seven!" di tengah pelajaran.

Sementara itu, pengamat budaya di Forbes mengkhawatirkan tren ini sebagai tanda menurunnya kualitas interaksi digital.

Namun, bagi para penikmatnya, angka 67 adalah bukti bahwa di era digital, sesuatu yang tidak bermakna pun bisa menjadi sarana kebersamaan yang menyenangkan.

Di dunia meme, terkadang hal yang paling tidak masuk akal justru menjadi bahasa universal yang paling mudah dipahami.***

Editor : Ibnu Yunianto
#radar bali #tiktok #meme #viral facebook #67 #YouTube short #six seven #skrilla #viral #viral tiktok #fyp #google #reels #bali