Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

302 Ribu Orang Masuk Bali via Gilimanuk, Menhub Antisipasi Puncak Arus Balik Januari

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 30 Desember 2025 | 19:09 WIB
RAMAI DI MALAM HARI : Kesibukan di pelabuhan Gilimanuk pada Rabu malam. (Foto : dok.Bayu untuk Radar Bali)
RAMAI DI MALAM HARI : Kesibukan di pelabuhan Gilimanuk pada Rabu malam. (Foto : dok.Bayu untuk Radar Bali)

RADAR BALI – Usai perayaan Natal 2025 dan menjelang pergantian tahun 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja untuk meninjau infrastruktur transportasi di Bali pada Senin (29/12).

Dua titik utama yang menjadi fokus peninjauan adalah Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan pengamanan serta pelayanan angkutan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berdasarkan data hingga 27 Desember 2025, tercatat dinamika pergerakan orang dan kendaraan yang cukup signifikan di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk:

Total penumpang yang menyeberang mencapai 302.181 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 (327.737 orang). Puncak arus Natal terjadi pada 21–22 Desember dengan rata-rata 26.000 hingga 28.000 orang per hari.

Sebanyak 81.916 unit kendaraan telah menyeberang, didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor. Jumlah ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,4% dari tahun sebelumnya. Pada puncak arus tanggal 21 Desember, sebanyak 7.617 unit kendaraan menyeberang dalam satu hari.

Di Pelabuhan Gilimanuk, Menhub Dudy menegaskan bahwa masa posko Nataru masih berlangsung hingga 4 Januari 2026. Puncak arus masuk ke Bali diprediksi terjadi pada 28–29 Desember 2025, sementara arus balik ke Jawa diperkirakan jatuh pada 1–4 Januari 2026.

Menhub mengimbau seluruh pihak untuk waspada dan memastikan kesiapan sarana prasarana. Untuk mendukung kelancaran, ASDP telah menyiagakan 53 hingga 55 armada kapal, dengan skenario pengoperasian hingga 32 kapal sekaligus jika kondisi di lapangan sangat padat.

“Saya mengimbau teman-teman di sini mengantisipasi lonjakan penumpang serta senantiasa waspada dan memastikan semua kapal-kapal yang akan digunakan laik, kemudian berkolaborasi dengan stakeholder yang ada,” ujar Menhub Dudy.

Menhub juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan koordinasi intensif dengan BMKG agar keselamatan pelayaran tetap terjaga sebagai prioritas utama.

Beralih ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Menhub menegaskan bahwa sebagai pintu masuk utama pariwisata internasional, standar keamanan dan pelayanan harus tetap optimal. Bandara dan penyeberangan merupakan klaster utama pengamanan oleh Korlantas Polri.

Terkait kelancaran perjalanan di pelabuhan, pihak otoritas memberikan instruksi tegas bagi calon penumpang untuk membeli tiket melalui aplikasi Ferizy minimal H-1 keberangkatan. Tidak ada lagi penjualan tiket secara langsung di area pelabuhan.

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi oleh Kepala Korlantas Polri Agus Suryonugroho, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, serta Dirut PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono.***

Editor : Ibnu Yunianto
#badung #Menhub Dudy Purwagandhi #bandara ngurah rai #gilimanuk #jembrana #Tol Gilimanuk Mengwi #nataru #bali #pelabuhan gilimanuk #Puncak Arus Natal