RADAR BALI – Duka mendalam menyelimuti jajaran kepolisian dan tim kemanusiaan di Jawa Barat.
Dua personel terbaik Polres Cimahi gugur saat bertugas menangani bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1).
Kedua korban, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, tewas seketika setelah tertabrak truk TNI yang tengah mengangkut bantuan logistik menuju lokasi bencana.
Peristiwa naas ini terekam dalam video amatir warga dan sempat viral di media sosial.
Insiden bermula saat sebuah truk TNI melaju dari arah Cisarua menuju titik bencana di Desa Pasirlangu.
Saat melintasi jalanan menurun yang curam di ruas jalan Tugumukti-Pasirlangu, truk tersebut diduga mengalami kendala teknis.
Truk yang hilang kendali kemudian menabrak sepeda motor yang dikendarai kedua korban.
Akibat benturan keras tersebut, kedua anggota polisi yang sedang mendedikasikan diri untuk penanggulangan bencana ini gugur di lokasi kejadian.
Penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Setiawan mengonfirmasi bahwa kedua korban telah dimakamkan dengan penghormatan militer.
Atas dedikasi mereka yang gugur di medan tugas, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Aiptu Hendra Kurniawan dinaikkan pangkatnya menjadi Ipda Anumerta.
Aipda Muhammad Jerry Sonconery dinaikkan pangkatnya menjadi Aiptu Anumerta.
"Mereka dinyatakan gugur dalam tugas dan memperoleh penghargaan dari Bapak Kapolri dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi," ujar Irjen Rudy Setiawan seperti dikutip Radar Bandung.
Update Penanganan Longsor Cisarua
Meski diselimuti duka, Kapolda memastikan proses evakuasi dan pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda tetap menjadi fokus utama.
Ratusan personel tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB terus bekerja selama 24 jam membelah lumpur.
Hingga Minggu pagi, data penanganan bencana mencatat korban meninggal dunia 11 orang, korban selamat 23 orang, korban dalam pencarian 79 orang.
Pemerintah telah membagi penanganan menjadi beberapa klaster untuk efektivitas evakuasi:
Klaster SAR: Melibatkan lebih dari 250 personel terlatih dan alat berat untuk menyisir titik-titik yang tertimbun lumpur.
Klaster Kesehatan: Posko kesehatan beroperasi 24 jam dengan layanan ambulans siaga dan bantuan trauma healing bagi korban terdampak.
Klaster Logistik: Memastikan ketersediaan sembako, makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kendala teknis pada truk TNI tersebut.
"Penyebab dan kronologi kecelakaan masih terus diusut oleh tim penyidik," pungkas Kapolda.***
Editor : Ibnu Yunianto