RADAR BALI - Persaingan masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terus mengalami dinamika setiap tahunnya.
Bagi para calon mahasiswa yang membidik Universitas Udayana (Unud) pada tahun 2026, memahami peta persaingan dan daya tampung adalah langkah strategis yang tidak boleh dilewatkan.
Proyeksi penerimaan tahun 2026 mengacu pada kebijakan nasional serta regulasi internal kampus.
Daya tampung mahasiswa baru di Universitas Udayana pada 2025 mencapai 7.572 kursi. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 207/UN14/HK/2025. Pada tahun ini, Unud belum merilis daya tampung terbaru.
Dengan asumsi daya tampung yang sama dan Unud mengalokasikan porsi jalur SNBP sebesar 30% atau sekitar 2.275 kursi, berikut proyeksi daya tampung dan keketatan jurusan di Unud untuk SNBP 2026.
Berdasarkan data terbaru, Unud menyediakan kursi di puluhan program studi dengan distribusi kuota yang bervariasi. Beberapa fakultas dengan kapasitas besar meliputi:
Fakultas Hukum: Menyediakan daya tampung tertinggi untuk satu program studi, yakni mencapai 159 kursi pada jalur SNBP.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Jurusan Manajemen dan Akuntansi masing-masing diproyeksikan memiliki kuota sekitar 105 kursi.
Fakultas Kedokteran: Tetap menjadi primadona dengan kuota jalur prestasi sebanyak 78 kursi untuk prodi Sarjana Kedokteran.
Analisis Jurusan Paling Ketat (Berdasarkan Data Peminat 2025)
Keketatan diukur dari rasio daya tampung terhadap jumlah peminat. Semakin rendah persentasenya, semakin sulit persaingannya.
Berikut adalah daftar prodi dengan tingkat keketatan tertinggi:
Rumpun Sains, Teknologi, dan Kesehatan:
Farmasi: Menjadi yang tersulit dengan keketatan 2,96% (hanya 30 kursi diperebutkan oleh 1.012 peminat).
Keperawatan: Memiliki keketatan 3,51% dengan 853 peminat untuk 30 kursi.
Kedokteran: Meskipun kuotanya lebih banyak (78 kursi), jumlah peminat yang mencapai 1.471 orang membuat keketatannya berada di angka 5,30%.
Informatika: Sebagai prodi favorit baru, keketatannya diproyeksikan mencapai 6,00%.
Rumpun Sosial dan Humaniora:
Psikologi: Menempati posisi sangat ketat di angka 5,14%.
Manajemen: Dengan 1.422 peminat (terbanyak di Soshum), tingkat keketatannya mencapai 7,38%.
Pariwisata: Memiliki tingkat keketatan 7,93% dengan 756 peminat.
Akuntansi: Berada pada tingkat keketatan 9,61% dengan 1.092 peminat.
Peluang di Jurusan Lain
Bagi calon mahasiswa yang ingin mencari peluang lebih besar, terdapat beberapa jurusan dengan tingkat keketatan yang lebih rendah (di atas 15%).
Jurusan yang lebih kurang ketat, seperti Ilmu Hukum (15,72%) atau jurusan di bidang pertanian seperti Agribisnis yang memiliki rasio daya tampung berbanding peminat yang jauh lebih longgar.
| Program Studi | Peminat (2025) | Daya Tampung (Proyeksi 2026) | Tingkat Keketatan (%) | Kategori |
| Farmasi | 1.012 | 30 | 2,96% | Sangat Ketat |
| Keperawatan | 853 | 30 | 3,51% | Sangat Ketat |
| Kedokteran | 1.471 | 78 | 5,30% | Sangat Ketat |
| Psikologi | 700* | 36 | 5,14% | Sangat Ketat |
| Informatika | 750* | 45 | 6,00% | Sangat Ketat |
| Manajemen | 1.422 | 105 | 7,38% | Ketat |
| Akuntansi | 1.092 | 105 | 9,61% | Ketat |
| Ilmu Hukum | 1.011 | 159 | 15,72% | Menengah |
| Pariwisata | 756 | 60 | 7,93% | Ketat |
| Agribisnis | 126 | 63 | 50,00% | Rendah |
Tips Menghadapi SNBP 2026
Siswa disarankan memperhatikan jadwal penting dalam Kalender Pendidikan 2025/2026.
Pendaftaran SNBP biasanya ditutup pada pertengahan Februari 2026. Mengingat Unud menggunakan kuota 30% untuk jalur prestasi, konsistensi nilai rapor dan relevansi prestasi sertifikat dengan jurusan yang dipilih menjadi kunci utama kelulusan di universitas tertua di Bali ini.***
Editor : Ibnu Yunianto