RADAR BALI – Mutasi besar-besaran di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjelang pergantian tahun 2026 membawa wajah baru di puncak pimpinan intelijen militer.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang baru.
Langkah ini menandai berakhirnya masa jabatan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang memasuki masa purnatugas.
Penunjukan Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1525/XII/2025.
Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani bukanlah orang baru di lingkungan strategis TNI.
Sebelum dipercaya menjabat sebagai Kabais TNI, perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 ini menempati posisi sebagai Staf Khusus Kasad.
Pria kelahiran Jakarta, 19 November 1970 ini dikenal memiliki karier yang cemerlang, terutama di bidang infanteri dan intelijen.
Salah satu jabatan strategis yang pernah diembannya adalah Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Saat menjabat di sana, ia dikenal sangat vokal dalam penanganan pascabencana gempa dan menjaga stabilitas wilayah.
Menariknya, Achmad Rizal pernah menduduki jabatan sipil sebagai direktur utama Bulog.
Karier Menanjak dan Pengalaman Komando
Karier Rizal Ramdhani terus menanjak dengan berbagai penugasan penting. Berikut adalah beberapa posisi kunci yang pernah dijabat oleh Kabais TNI yang baru ini:
Danrem 162/Wira Bhakti (Mataram): Memimpin wilayah NTB dengan berbagai tantangan teritorial.
Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilu dan Kontribusi Suara pada Kemenko Polhukam: Bertugas menganalisis kebijakan dan koordinasi lintas sektor dalam kepemiluan.
Staf Khusus Kasad: Posisi terakhir sebelum dipromosikan menjadi bintang dua di kursi Kabais TNI.
Tugas Berat Menanti di Kursi Kabais TNI
Sebagai Kabais TNI, Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani akan memimpin lembaga intelijen pertahanan yang bertanggung jawab langsung kepada Panglima TNI.
Tugas utama Kabais TNI meliputi penyediaan intelijen strategis bagi kebijakan pertahanan negara dan operasi militer.
Transisi dari Letjen TNI Yudi Abrimantyo kepada Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani dipandang sebagai langkah penyegaran organisasi.
Penggantian dilakukan setelah dua anggota Bais TNI dinyatakan terlibat dalam intimidasi pada Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026).
Pelakunya adalah 4 anggota TNI dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang bertugas di Detasemen Markas (Denma) Bais TNI yang berinisial NDP (berpangkat Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu), dan ES (Serda).
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di wajah, leher, dada, dan lengan kanan sehingga harus menjalani serangkaian operasi di RSCM.
"Kami tegaskan bahwa TNI tidak akan menoleransi tindakan biadab ini. Empat oknum anggota Bais TNI yang terlibat telah resmi ditahan dan akan diproses secara hukum militer dengan ancaman sanksi terberat, termasuk pemecatan," tegas Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto.
Dengan pengalaman lapangan dan kemampuan analisis yang mumpuni, publik dan internal TNI menaruh harapan besar pada kepemimpinan Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan keamanan nasional di tahun 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto