Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Undangan Kantor Pos Mulai Disebar! KPM Baru Cairkan Bansos PKH BPNT hingga Rp1,5 Juta, Cek Jadwalnya

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:51 WIB
Foto ilustrasi proses pencairan bansos BPNT dari Kemeterian terkait
Foto ilustrasi proses pencairan bansos BPNT dari Kemeterian terkait

 

RADAR BALI - Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai penjuru tanah air.

Memasuki akhir Maret 2026, proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 1 mulai menunjukkan titik terang.

PT Pos Indonesia terpantau mulai menyebarkan surat undangan pencairan secara bertahap kepada para penerima.

Penyaluran kali ini terasa spesial, karena didominasi oleh KPM baru atau mereka yang masuk dalam kategori "susulan".

Mereka adalah masyarakat yang datanya baru saja tuntas diverifikasi dalam sistem atau dialihkan dari skema bantuan lain, seperti eks penerima BLT Kesra yang belum memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih.

Pantauan Pencairan di Berbagai Wilayah

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat, 27 Maret 2026, sejumlah daerah melaporkan aktivitas di Kantor Pos yang cukup padat.

Di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, KPM baru mulai menerima alokasi BPNT untuk tiga bulan sekaligus (Januari-Maret) dengan total Rp 600.000.

Beralih ke Bantul, Yogyakarta, nominal yang diterima KPM terpantau jauh lebih besar. Di Kantor Pos Pleret, beberapa warga menjemput bantuan hingga Rp 1.350.000, yang merupakan akumulasi dari BPNT Rp 600.000 dan komponen PKH sebesar Rp 750.000.

Angka yang lebih fantastis ditemukan di Cimahi Selatan, Jawa Barat. Seorang KPM melaporkan telah menerima total bantuan sebesar Rp 1.575.000.

Besaran ini mencakup dana BPNT dan bantuan PKH dengan komponen anggota keluarga tertentu yang mencapai Rp 975.000.

Distribusi Luar Pulau Jawa

Penyaluran ini tidak hanya berpusat di Pulau Jawa. Di Tanjung Balai, Sumatera Utara, para penerima manfaat baru juga sudah memegang undangan untuk mencairkan dana BPNT senilai Rp 600.000.

Sementara itu, di Medan Deli, jadwal pengambilan bantuan di Kantor Pos dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu besok.

Kabar unik datang dari Langowan, Minahasa. Selain mencairkan dana tunai BPNT, KPM di wilayah ini mengonfirmasi bahwa mereka masih menantikan tambahan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter yang akan disalurkan dalam waktu dekat.

Mengapa Nominalnya Berbeda?

Bagi Anda yang bertanya-tanya mengapa jumlah yang diterima setiap orang tidak sama, kuncinya ada pada "komponen keluarga".

BPNT (Sembako): Umumnya dipukul rata sebesar Rp 200.000 per bulan. Karena cair untuk alokasi tiga bulan (Januari-Maret), maka totalnya adalah Rp 600.000.

PKH: Besaran bantuan ini bergantung pada jumlah anggota keluarga yang masuk kategori, seperti ibu hamil, anak sekolah (SD/SMP/SMA), lansia, atau disabilitas berat.

Inilah yang menyebabkan total bantuan bisa menembus angka Rp 1,5 juta bagi keluarga dengan komponen lengkap.

Persiapan Menuju Pencairan Bansos BPNT dan PKH Tahap 2

Bagi KPM yang belum mendapatkan undangan, jangan berkecil hati. Distribusi surat undangan memang dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan data di tiap wilayah. Anda disarankan untuk rutin berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat.

Menariknya, saat tahap 1 ini masih berlangsung, proses pengecekan rekening untuk PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 dikabarkan sudah mulai diproses.

Diprediksi, penyaluran tahap berikutnya akan mulai berjalan pada bulan April mendatang. Pastikan data kependudukan Anda tetap padan dengan DTSEN agar proses pencairan tidak mengalami kendala.***

Editor : Ibnu Yunianto
#2026 #radar bali #tahap 1 #pencairan bansos #bansos #pkh tahap 1 2026 #PT Pos Indonesia #bpnt #kpm #bansos 2026