RADAR BALI – Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Pulau Dewata. Memasuki pertengahan April 2026, pemerintah mulai mencairkan berbagai skema bantuan sosial (bansos) secara serentak.
Berdasarkan data terbaru, alokasi bantuan untuk bulan ini mengalami peningkatan signifikan. Selain penyaluran rutin, terdapat penambahan kuota baru yang menyasar keluarga yang sebelumnya belum tersentuh bantuan.
Penambahan 25 Ribu KPM Baru
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial telah memverifikasi sedikitnya 25.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru.
Penambahan ini merupakan hasil validasi dari pemutakhiran data kemiskinan ekstrem yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota pada awal tahun.
Para penerima baru ini mayoritas berasal dari sektor pekerja informal dan keluarga yang terdampak pergeseran ekonomi di sektor pariwisata dan pertanian.
Masuknya 25 ribu KPM baru ini memastikan jangkauan bansos di Bali menjadi lebih merata dari ujung barat Jembrana hingga ujung timur Karangasem.
Status Bansos April 2026: Apa Saja yang Cair?
Per hari ini, status penyaluran di sistem perbankan (KKS Bank Himbara) dan Kantor Pos telah menunjukkan status "Standing Instruction" (SI), yang berarti dana sudah siap masuk ke rekening masing-masing penerima.
Berikut adalah rincian jenis dan jumlah bantuan yang dicairkan pada April 2026:
Jenis Bantuan Besaran Dana Keterangan
BPNT (Sembako) Rp600.000 Rapel 3 bulan (April, Mei, Juni) @Rp200.000/bulan"
PKH Tahap II Variatif Rp225rb (SD) hingga Rp750rb (Ibu Hamil/Balita)
BLT Mitigasi Pangan Rp200.000 Alokasi tambahan untuk menjaga stabilitas pangan
Bansos Beras 10 Kg Beras kualitas medium melalui Bulog
Total dana yang diterima satu keluarga bisa mencapai lebih dari Rp1 juta jika mereka masuk dalam kategori KPM komplementer (penerima BPNT sekaligus PKH).
Migrasi ke DTSEN: Sistem Data Tunggal
Perlu dipahami bahwa mulai April ini, pemerintah secara penuh mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sistem ini lebih terintegrasi dibandingkan DTKS lama karena terhubung langsung dengan data pajak, kendaraan, hingga kepemilikan aset secara real-time untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Cara Pengusulan Penerima Bansos Mandiri
Bagi masyarakat Bali yang merasa secara ekonomi layak namun namanya tidak tercantum dalam DTSEN, pemerintah menyediakan fitur Usul-Sanggah.
Hal ini penting agar warga tetap mendapatkan haknya. Berikut langkah-langkah melakukan pengusulan mandiri:
Unduh Aplikasi: Cari aplikasi "Cek Bansos" resmi milik Kementerian Sosial di Google Play Store.
Registrasi Akun: Gunakan NIK KTP dan nomor KK yang valid. Lakukan verifikasi profil dengan mengunggah swafoto memegang KTP.
Pilih Menu Daftar Usulan: Klik pada fitur "Daftar Usulan" dan masukkan data orang yang ingin diusulkan (diri sendiri atau orang lain).
Lampirkan Bukti: Anda akan diminta mengunggah foto kondisi rumah tampak depan dan foto ruang tamu sebagai bukti pendukung kondisi ekonomi.
Verifikasi Daerah: Setelah usulan dikirim, Dinas Sosial kabupaten/kota setempat akan melakukan survei lapangan untuk menentukan kelayakan sebelum data masuk ke DTSEN pusat.
Diharapkan dengan cairnya bansos ini, perputaran uang di pasar-pasar tradisional di Bali meningkat, sehingga ekonomi kerakyatan tetap kokoh di tengah tantangan global tahun 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto