KUTA SELATAN, radarbali.jawapos.com - Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah resmi membuka gelaran Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Four Point By Sheraton Ungasan Kuta Selatan, Bali, Kamis (21/5/2026).
Agenda strategis nasional yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 (4–6 Zulhijah 1447 H) ini mengusung tema besar “Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya”.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti.
Turut hadir Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah yang juga menjabat Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Sejumlah tokoh bangsa dan pejabat publik tampak hadir dalam kegiatan yang disponsori oleh Bank Syariah Indonesia ini. Di antaranya adalah Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar, dan Gubernur Bali Wayan Koster. Selain itu, hadir pula para ketua organisasi kepemudaan lintas iman, akademisi, serta perwakilan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh wilayah Indonesia.
Menariknya, Tanwir II menjadi momentum penting untuk konsolidasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan transformasi generasi muda.
Forum tertinggi di bawah Muktamar ini difungsikan sebagai ruang refleksi, evaluasi agenda strategis organisasi, perumusan sikap terhadap isu kebangsaan dan keumatan, hingga persiapan menuju Muktamar Pemuda Muhammadiyah mendatang.
Dalam pidato pembukaannya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, memberikan pesan kuat kepada seluruh kader agar tidak kehilangan akar sosial di tengah perubahan zaman. Pria yang akrab disapa Fikar ini mengingatkan organisasi agar tidak terjebak pada formalitas belaka.
"Jangan sampai organisasi sibuk membangun panggung, tapi lupa membangun kader. Kita tidak butuh gerakan yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting," tegas Fikar.
Ia menambahkan, Pemuda Muhammadiyah harus hadir langsung di tengah persoalan anak muda, mulai dari kampus, desa, masjid, hingga komunitas tempat rakyat sedang berjuang.
Menjawab Tantangan Zaman dan Peluncuran Buku
Menurut Fikar, tantangan generasi muda hari ini tidak lagi sebatas masalah klasik seperti lapangan pekerjaan dan pendidikan. Lebih dari itu, pemuda dihadapkan pada krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral di ruang publik.
Oleh karena itu, ia memaknai esensi "bertumbuh" bukan sekadar memperbanyak struktur atau acara seremonial, melainkan bagaimana kader mampu memiliki kapasitas, keberanian berpikir, dan merebut ruang strategis bangsa.
"Kita ingin Pemuda Muhammadiyah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan yang tetap berpihak pada rakyat dan nilai Islam berkemajuan," lanjutnya.
Pada momentum pembukaan ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga resmi meluncurkan buku berjudul "Negarawan Muda Indonesia" karya Dzulfikar Ahmad Tawalla. Buku ini ditulis sebagai refleksi atas kegelisahan terhadap realitas politik yang kian menjauh dari etika pengabdian, sekaligus minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Melalui buku ini, Fikar mengajak generasi muda untuk tidak antipati terhadap politik. Sebaliknya, anak muda harus berani masuk ke dunia politik dengan membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik saat ini.
Sebagai salah satu organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat dakwah Islam berkemajuan di berbagai lini kehidupan—mulai dari sektor pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kebudayaan—agar tetap relevan dan membumi di tengah kebutuhan masyarakat luas.***
Editor : M.Ridwan