Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Update Tol JORR 3: Lelang Sentul-Karawang Rampung, Pembebasan Lahan Dikebut

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:08 WIB
Trase Tol JORR 3 Ruas Karawang-Sentul Selatan
Trase Tol JORR 3 Ruas Karawang-Sentul Selatan

 

RADAR BALI - Proyek Jalan Tol JORR 3 (Jakarta Outer Ring Road 3) yang dirancang sebagai lingkar terluar jaringan jalan bebas hambatan Jabodetabek menunjukkan kemajuan signifikan di beberapa ruas utamanya.

Jaringan tol ini diproyeksikan menjadi solusi ampuh untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar arus logistik di kawasan penyangga ibu kota.

Pada seksi timur, Ruas Sentul Selatan - Karawang Barat yang memiliki nilai investasi mencapai Rp 34,75 triliun baru saja melewati fase krusial.

Proses registrasi peserta lelang untuk proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini resmi ditutup oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum.

“Layanan registrasi peserta lelang telah ditutup pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Terima kasih atas partisipasi Anda,” tulis pengumuman laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Setelah tahapan lelang ini rampung, proyek prakarsa badan usaha (unsolicited) sepanjang sekitar 61 kilometer dengan masa konsesi 50 tahun ini akan segera memasuki masa penandatanganan kontrak dan persiapan konstruksi.

Untuk mempercepat realisasi fisik di lapangan, kementerian terkait bersama pemerintah daerah tengah mengebut fase pembebasan lahan melalui beberapa tahapan sistematis berikut:

Penetapan Lokasi (Penlok): Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengebut penerbitan SK Penlok untuk mengunci status tanah di sepanjang rute agar terhindar dari spekulasi harga sebelum pengadaan tanah dieksekusi.

Pematokan Rumija dan Inventarisasi: Setelah Penlok terbit, BPN bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) segera memasang patok batas Ruang Milik Jalan Tol (Rumija). Satgas A dan B kemudian diterjunkan untuk mengukur luas tanah serta mendata bangunan maupun tanaman di atas lahan terdampak.

Skema Ganti Rugi Berkeadilan: Karena merupakan proyek unsolicited, BUJT pemenang lelang akan menggunakan dana talangan terlebih dahulu untuk membayar ganti rugi berdasarkan penilaian wajar dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang nantinya akan diganti oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Fokus Titik Prioritas (Land Clearing): Pembersihan lahan awal akan difokuskan pada titik-titik konektivitas strategis demi mempercepat mobilisasi alat berat.

Prioritas utama mencakup Sentul Junction (koneksi Tol Jagorawi dan BORR), Karawang Junction (koneksi Tol Jakarta-Cikampek), serta interseksi proyek Tol Japek II Selatan di bagian tengah.

Setelah pembersihan lahan fungsional, pekerjaan tanah (earthworks) akan langsung dimulai sebagai awal konstruksi struktur utama.

Sementara itu, proyek Tol Ruas Bogor - Serpong via Parung di Seksi Selatan sepanjang 32,2 kilometer terus dimatangkan.

Jalur yang menghubungkan persimpangan Selabenda di Bogor dengan Serpong melewati wilayah Parung ini telah melewati tahap penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Saat ini, tahapan pengadaan lahan dan pembebasan tanah terus berjalan secara bertahap sejak awal tahun.

Pengerjaan fisik atau konstruksi utama untuk ruas senilai Rp 12,3 triliun ini dijadwalkan mulai berjalan penuh pada kuartal keempat (Oktober) dengan target rampung pada pertengahan 2028.

Di sisi lain, pembangunan jalur utara melalui Ruas Kamal - Teluknaga - Rajeg (Seksi Utara/Barat) juga terus dikebut.

Jalur tol yang menghubungkan wilayah Jakarta Utara (Kamal) menuju Kabupaten Tangerang ini fokus pengerjaannya saat ini berada pada penyelesaian seksi lanjutan.

Langkah ini diambil setelah seksi 1 yang terhubung dengan Tol Prof. Dr. Sedyatmo (Tol Bandara) mulai beroperasi.

Ruas ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mengurai arus logistik dari dan menuju kawasan pesisir Tangerang.

Bagi Anda yang hari ini melintasi jalur JORR 1 (eksisting), harap diantisipasi adanya kepadatan lalu lintas.

PT Jasa Marga sedang melakukan pekerjaan rekonstruksi perkerasan beton secara berkala di beberapa titik lajur 1, terutama di sekitar KM 39 hingga KM 41 serta Off Ramp Pondok Ranji arah Pondok Indah, yang berdampak pada penyempitan lajur sementara.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Tol Bogor Serpong via Parung #Trase Tol Boser #Tol JORR 3 #bpjt kementerian pu #pembebasan lahan tol megwi-gilimanuk