Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kapal Pengeruk Pasir Rusak Dihantam Ombak, Revitalisasi Kuta Ditarget Selesai November

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:40 WIB

 

Kapal pengeruk pasir untuk revitalisasi Pantai Kuta saat bersandar di Pelabuhan Benoa. Kapal ini kini tidak bisa beroperasi karena rusak akibat gelombang tinggi.
Kapal pengeruk pasir untuk revitalisasi Pantai Kuta saat bersandar di Pelabuhan Benoa. Kapal ini kini tidak bisa beroperasi karena rusak akibat gelombang tinggi.

 

RADAR BALI - Proyek revitalisasi pesisir Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II di kawasan Kuta–Legian–Seminyak harus berhadapan dengan tantangan alam.

Kapal pengeruk pasir utama berjenis Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) mengalami kerusakan serius setelah dihantam cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Bali.

Insiden ini menjadi salah satu fokus perhatian utama saat Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Badung pada Minggu, 5 Juli 2026.

Meskipun armada utama mengalami kendala teknis, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa proyek pengamanan pantai ini tidak boleh mandek.

Upaya konservasi harus tetap berjalan sesuai target agar bisa rampung sepenuhnya pada November 2026.

Langkah ini krusial mengingat fungsinya yang vital dalam menahan ancaman abrasi, menjaga stabilitas garis pantai, sekaligus melindungi denyut pariwisata kelas dunia di Pulau Dewata.

Untuk menyiasati kerusakan kapal utama, tim pelaksana di lapangan langsung bergerak cepat menerapkan strategi mitigasi dengan mengalihkan metode kerja.

Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali Penida Gede Lanang Sunu Perbawa menjelaskan bahwa pihaknya kini memaksimalkan armada kapal domestik untuk melanjutkan pengisian pasir (sand nourishment).

Pasir yang diambil dari perairan Jimbaran akan dikeruk menggunakan beberapa kapal dredger baru, dialihkan ke kapal pengangkut (sand carrier/barge), lalu didistribusikan secara bertahap ke sepanjang garis pantai Kuta.

"Sambil menunggu perbaikan kapal yang terkena insiden, kami akan menggunakan beberapa kapal baru dari Indonesia," ujar Gede Lanang Sunu Perbawa menjelaskan solusi taktis di lapangan.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti meminta agar sistem kerja paralel di beberapa zona segera diterapkan demi mendongkrak produktivitas dan efisiensi waktu.

Diana menekankan bahwa gerak cepat ini sangat penting agar pemulihan kawasan wisata tidak terganggu. "Dengan berbagai langkah percepatan yang telah disiapkan, saya berharap pekerjaan ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga target penyelesaian pada November 2026 dapat tercapai," tegas Diana.

Sejauh ini, seluruh struktur bangunan pelindung utama sebenarnya telah rampung digarap. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Gunawan Suntoro memaparkan bahwa pembangunan empat breakwater (pemecah gelombang) baru, modifikasi satu breakwater eksisting, pembongkaran sand stopper, serta perpanjangan drainase sudah selesai 100 persen.

Fokus tim saat ini tinggal menuntaskan pengisian pasir sepanjang 5,3 kilometer yang membutuhkan sekitar 750.000 meter kubik material untuk mengembalikan estetika dan lebar alami pantai Kuta.

Gunawan juga memastikan bahwa penataan ini sudah melalui kajian teknis dan pemodelan hidrodinamika yang matang. Struktur pelindung didesain sedemikian rupa agar mampu mereduksi energi gelombang tanpa merusak karakteristik ombak Kuta yang menjadi daya tarik utama para peselancar internasional.

Diana juga sempat meninjau MI Hidayatullah Denpasar untuk memantau langsung Paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah Provinsi Bali 3.

Proyek yang berjalan selama 240 hari ini ditargetkan rampung pada 13 Agustus 2026 mendatang setelah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Kunjungan kerja tersebut akhirnya ditutup di RA Bakti 5 Kabupaten Badung, di mana seluruh fasilitas sekolah telah selesai direnovasi total dan siap digunakan untuk menyambut siswa baru pada tahun ajaran ini.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Bali Beach Conservation Project #Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti #Kapal Pengeruk Pasir Rusak #Pantai Kuta Abrasi #revitalisasi pantai kuta